Olimpiade

Presiden IOC mungkin sulit kunjungi Jepang karena darurat diperpanjang

Presiden IOC mungkin sulit kunjungi Jepang karena darurat diperpanjang

Foto arsip - Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach menghadiri peluncuran Agenda Olimpiade 2020 + 5 selama Sesi IOC ke-137 dan pertemuan virtual di Lausanne, Swiss, 12 Maret 2021. ANTARA/Greg Martin / IOC / Handout via REUTERS/pri. (REUTERS/Greg Martin/IOC)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto mengatakan kunjungan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach ke Jepang kemungkinan "sulit" dilakukan mengingat perkiraan perpanjangan keadaan darurat karena tingginya jumlah kasus COVID-19.

"Saya menduga datang ke Jepang di tengah situasi yang sangat parah ini juga akan menjadi beban emosional bagi Presiden Bach," kata Hashimoto seperti dikutip Reuters, Jumat.

Laporan media Jepang mengatakan Bach akan menghadiri upacara kirab obor di kota Hiroshima pada 17 Mei, namun Hashimoto mengatakan kunjungan Bach belum dipastikan.

Hashimoto mengatakan penyelenggara Tokyo 2020 akan terus memantau situasi virus corona dan membuat keputusan mengenai penonton Olimpiade pada Juni berdasarkan hasil pantauan.

Jepang akan memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan empat wilayah lainnya hingga akhir Mei yang berarti tindakan tersebut akan berakhir kurang dari dua bulan sebelum Olimpiade mulai pada 23 Juli setelah ditunda selama setahun karena pandemi.

Baca juga: Kampanye anti-Olimpiade mendapat dukungan secara daring di Jepang

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Keppres pencalonan Olimpiade 2032 buat NOC dapat bergerak gesit

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar