WIKA ungkap alasannya jadi unggulan di konstruksi industri dan mineral

WIKA ungkap alasannya jadi unggulan di konstruksi industri dan mineral

Logo PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. ANTARA/bumntrack.com

Jakarta (ANTARA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA sebagai BUMN karya mengungkapkan alasannya untuk fokus menjadi pemain unggulan atau jawara (champion) dalam konstruksi industri dan mineral ke depannya.

"Selain berpengalaman untuk proyek-proyek konstruksi industri dan mineral, WIKA banyak memiliki mitra-mitra bagus dari luar. Kedua engineering kita sangat kuat karena memiliki divisi khusus untuk industri serta mineral," ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito dalam diskusi daring Indonesia Muda Club di Jakarta, Jumat.

Dengan klasterisasi yang baru, diharapkan  WIKA menjadi pemain unggulan di sektor industri dan mineral yang didukung oleh industri, mitra dan teknologi yang kuat serta WIKA juga memiliki industri-industri penunjang, baik itu dari produksi beton hingga fabrikasi baja sehingga tinggal dikelola di hulunya.

Untuk sektor konstruksi industri mineral, WIKA terakhir menggarap proyek pabrik feronikel di Halmahera Timur, kemudian WIKA juga sedang membangun smelter berteknologi Ausmelt di Bangka Barat, Sumatera.

WIKA juga sedang mengerjakan smelter nikel yang cukup besar di Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan pihak swasta yang tentunya akan menyuplai kebutuhan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

Sedangkan untuk konstruksi industri, WIKA menggarap pabrik Pupuk Sriwidjaja di Palembang, kemudian pabrik amonium nitrat dengan Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, kemudian banyak proyek pabrik gula dan minyak yang pernah digarap oleh WIKA.

Sebelumnya, WIKA pada tahun 2022 berencana untuk melakukan investasi pada smelter nikel sebagai bahan dasar komponen baterai, khususnya baterai bagi motor listrik Gesits.

Menurut Agung, saat ini WIKA menjadi leading dalam pembangunan smelter nikel. WIKA melihat investasi pada smelter nikel tersebut penting untuk ke depannya karena WIKA memproduksi motor listrik Gesits, dimana komponen utamanya adalah baterai yang hingga sekarang masih impor.

Sedangkan baterai kendaraan listrik yang ada di Indonesia nantinya akan dikelola oleh konsorsium Indonesia Battery Corporation. WIKA sendiri nantinya akan berpartisipasi seperti dalam perakitan dan penggabungan komponen baterainya.

WIKA juga berencana untuk melakukan aksi korporasi pada tahun 2024 yakni melakukan transformasi PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi atau WRK menjadi WIKA Energi dan assembling baterai.
Baca juga: WIKA targetkan penjualan tahun ini sebesar Rp26,2 triliun
Baca juga: Ini jurus WIKA dukung sektor UMKM naik kelas
Baca juga: WIKA akan investasi smelter nikel pada 2022

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pertama di Kawasan Timur Indonesia, sepeda motor listrik di Sultra

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar