Wall Street menguat, Indeks Dow Jones capai rekor penutupan tertinggi

Wall Street menguat, Indeks Dow Jones capai rekor penutupan tertinggi

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

Saham-saham pertumbuhan yang dibawa ke gudang mendapatkan peluang lain...
New York (ANTARA) - Wall Street kembali menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Indeks Dow Jones dan Indeks S&P 500 mencapai rekor penutupan tertinggi saat mencatat kenaikan untuk minggu ini, dan Indeks Nasdaq pulih setelah data pekerjaan AS meredakan kekhawatiran atas prospek kenaikan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 229,23 poin atau 0,66 persen, menjadi menetap di 34.777,76 poin. Indeks S&P 500 menguat 30,98 poin atau 0,74 persen, menjadi ditutup pada 4.232,60 poin. Indeks Komposit Nasdaq terangkat 119,39 poin atau 0,88 persen, menjadi ditutup pada 13.752,24 poin.

Semua 11 sektor utama Indeks S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi melonjak 1,89 persen, memimpin kenaikan. Sektor energi dan material mencapai titik tertinggi baru.

Untuk minggu ini Indeks Dow Jones naik 2,7 persen, persentase kenaikan mingguan terbesar sejak Maret. S&P 500 naik 1,2 persen, minggu terbaik sejak pertengahan April, sementara Indeks Nasdaq turun 1,5 persen.

Baca juga: Harga emas melonjak lagi 15,6 dolar, dipicu data lemah pekerjaan AS

Pertumbuhan pekerjaan AS secara tak terduga melambat pada April, kemungkinan tertahan oleh kekurangan pekerja, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan.

Laporan tersebut meredakan beberapa kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan potensi suku bunga AS yang lebih tinggi, yang dikhawatirkan beberapa investor akan merugikan perusahaan yang sedang berkembang dengan penilaian tinggi.

“Saham-saham pertumbuhan yang dibawa ke gudang mendapatkan peluang lain, karena mereka akan dianggap kurang berisiko dalam lingkungan di mana pemulihan lebih lambat, dan itulah yang sebenarnya ditunjukkan oleh data pekerjaan,” kata Manajer Portofolio Senior Globalt Investments, Tom Martin.

Saham-saham pertumbuhan kelas berat seperti Microsoft Corp dan Apple Inc naik masing-masing sebesar 1,1 persen dan 0,5 persen, memberikan dorongan terbesar mereka terhadap Indeks S&P 500 dan Indeks Nasdaq.

Baca juga: Harga minyak berbalik naik, meski dibayangi lonjakan virus di India

“Antisipasi dan konfirmasi kebijakan (Federal Reserve) tetap sama dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dengan peluncuran vaksin telah memicu level tertinggi sepanjang masa, tetapi kami yakin volatilitas akan diperketat dalam jangka pendek,” kata Kepala Eksekutif Axs Investments, Greg Bassuk.

Sejumlah laba optimis juga membantu saham, dan laba S&P 500 kini diperkirakan telah meningkat 50,4 persen pada kuartal pertama dari setahun lalu, yang akan menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi sejak kuartal pertama 2010, menurut data Refinitiv.

Perusahaan pembayaran Square Inc melonjak 4,2 persen setelah melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, karena lonjakan permintaan bitcoin memicu lonjakan transaksi mata uang kripto pada aplikasinya.

Pembuat perangkat streaming Roku Inc melejit 11,5 persen menyusul prospek pendapatan yang positif, sementara pembuat peralatan kebugaran Peloton Interactive Inc menguat karena menetapkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan peralatannya.

Baca juga: Dolar jatuh ke level terendah, setelah data pekerjaan AS mengecewakan
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Waskita Karya jual saham tol di Sumut ke investor Hong Kong Rp824 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar