Luncuran awan panas erupsi Sinabung teramati dengan jarak 1.500 meter

Luncuran awan panas erupsi Sinabung teramati dengan jarak 1.500 meter

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mengalami erupsi dan meluncurkan awan panas yang teramati dengan jarak 1.500 meter. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatera Utara menyatakan Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Sabtu pukul 12.00 WIB, dan meluncurkan awan panas yang teramati dengan jarak 1.500 meter mengarah ke timur dan tenggara.

"Selain itu teramati letusan dengan ketinggian 1.000 meter dan warna asap kelabu," kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin, ketika dihubungi dari Medan, Sabtu.

Ia menjelaskan, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200-400 meter di atas puncak kawah.Gunung Sinabung berada pada ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Saat erupsi terjadi, cuaca cerah dan berawan.Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.Sementara suhu udara 18-26 derajat Celcius.

"Jumlah guguran 33 kali, dengan amplitudo maksimum 2-120 mm dan durasi 30-134 detik," ujarnya.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga dan petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang warganya sudah dipindahkan serta di lokasi dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, radius sektoralnya pada lima kilometer untuk sektor selatan-timur dan empat kilometer untuk sektor timur-utara.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker saat keluar rumah untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan," kata Natanail Perangin-angin.

Baca juga: Gunung Sinabung erupsi, semburkan abu vulkanik setinggi 2.800 meter
Baca juga: Sinabung erupsi lagi, semburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kontras Sumut gandeng Kantor Berita Antara latih jurnalis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar