Karantina Pertanian Balikpapan gagalkan penyelundupan 16 cucak ijo

Karantina Pertanian Balikpapan gagalkan penyelundupan 16 cucak ijo

Petugas memperlihatkan keranjang berisi burung-burung cucak ijo tidak berdokumen karantina yang disita dari sebuah kapal di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Sabtu (8-5-2021). ANTARA/HO-Balai Karantina Balikpapan.

Balikpapan (ANTARA) - Petugas Karantina Pertanian Balikpapan menggagalkan upaya penyelundupan burung cucak ijo (Chloropsis sonnerati) melalui Pelabuhan Semayang menuju Surabaya, Sabtu (8/5).

"Burung-burung ini tidak dilengkapi sertifikat kesehatan hewan (KH-11)," kata Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Ridwan Aladyrus.

Petugas dari Karantina Pertanian bersama Polsek Semayang menggeledah kamar mesin sebuah kapal yang sandar di Pelabuhan Semayang dan menemukan satu keranjang plastik yang dipak dengan lakban cokelat. Isinya kemudian diketahui 16 ekor burung cucak ijo atau cica daun besar, burung berkicau berwarna hijau.

Petugas menyita burung-burung tersebut karena pemiliknya tidak dapat menunjukkan sertifikat kesehatan hewan, surat wajib yang harus ada beserta hewan atau tumbuhan yang akan dipindahkan antarpulau di Indonesia.

"Jadi, tidak ada dokumen karantinanya," kata Alaydrus.

Baca juga: Polair Jatim gagalkan penyelundupan ratusan cucak ijo

Berdasarkan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, disebutkan bahwa setiap orang yang akan memasukkan dan atau mengeluarkan media pembawa wajib melengkapi dengan sertifikat kesehatan dari tempat pengeluaran yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sertifikat tersebut bisa didapat di Kantor Karantina Pertanian. Pemilik melaporkan hewan atau tumbuhan yang akan dibawanya, kemudian hewan atau tumbuhan tersebut menjalani karantina untuk diperiksa petugas, terutama mengenai jenis dan kesehatannya. Bila dinyatakan lulus karantina, pemilik wajib membayar retribusi kepada negara.

Jika tanaman atau hewan tersebut dari jenis langka atau dilindungi, atau membawa hama penyakit tertentu, lanjut dia, tidak akan lolos karantina.

Burung cucak ijo atau cica daun besar adalah burung berkicau yang sangat dihargai di kalangan pencinta burung berkicau. Burung ini juga bernilai ekonomis tinggi. Di situs jual beli online Tokopedia, misalnya, ada yang menjual cucak ijo seharga Rp1,5 juta per ekor.

Hingga saat ini burung cucak ijo bukan merupakan burung langka ataupun burung yang dilindungi.

Burung cucak ijo betina yang tidak lolos karantina sebelum dilepas kembali ke alam oleh Balai Karantina Balikpapan bersama Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah V Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu . ANTARA/HO-Balai Karantina Balikpapan
Baca juga: Puluhan burung langka diselundupkan ke Surabaya dari Sulawesi

Pewarta: Novi Abdi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar