Bojonegoro (ANTARA News) - Perajin wayang thengul atau wayang golek khas Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terancam habis karena yang ada rata-rata berusia lanjut dan tanpa regenerasi.

"Perajin wayang thengul yang masih tersisa di Bojonegoro, rata-rata sudah berusia lanjut," kata Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, Saptatik, Rabu.

Dia menyebutkan, perajin wayang thengul yang cukup ternama dimiliki Bojonegoro yaitu Santoso, warga Desa Kalangan, Kecamatan Padangan. Dia, sudah berusia di atas 60 tahun.

Selain itu, juga seorang perajin wayang thengul yang baru tahap belajar di Desa Sukodadi dan Kecamatan Bubulan.

"Itu yang kami ketahui, sebab perajin wayang thengul memang langka, jarang yang mampu membuat wayang thengul dengan baik," katanya menjelaskan.

Selain itu, kerajinan wayang thengul di Bojonegoro, masih sebatas sebagai pekerjaan sambilan, belum bisa menjadi mata pencaharian. Dia mencontohkan, Santoso yang wayang thengulnya cukup laris, selama ini berprofesi sebagai dalang.

Menurut dia, kerajinan wayang thengul buatan Santoso, sering dimanfaatkan sebagai cindera mata. Hanya saja, cindera mata dari wayang thengul tersebut, sebelumnya harus memesan dulu kepada yang bersangkutan.

"Harganya Rp100.000,00 per wayang, kami biasa membawa kerajinan wayang thengul ke Jakarta atau dalam acara tertentu sebagai cindera mata," jelasnya.

Sedangkan di sekolahan, cara membuat wayang thengul belum masuk dalam kurikulum muatan lokal. Sementara ini, katanya, baru tari thengul yang masuk dalam kurikulum muatan lokal di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

"Kalau masuk muatan kurikulum lokal, guru keseniannya harus tahu dulu cara membuat wayang thengul," ucapnya.

Dia menjelaskan, berbagai usaha untuk mengembangkan cara membuat wayang thengul sudah dilakukan. Salah satunya, bekerja sama dengan seorang seniman patung, diminta membuat wayang thengul kecil untuk gantungan kunci.

Wayang thengul asli yang besarnya sebesar tangan orang dewasa tersebut, dikecilkan dibuat untuk cindera mata gantungan kunci."Kami sudah menawarkan kepada berbagai pihak untuk bekerja sama dalam pengembangan cara membuat wayang thengul, hanya saja belum mendapatkan sambuatan," katanya mengungkapkan.
(ANT/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010