Jelang Lebaran, daging bercacing di Mukomuko-Bengkulu dipantau

Jelang Lebaran, daging bercacing di Mukomuko-Bengkulu dipantau

Petugas peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melakukan pemantauan peredaran daging sapi dan kerbau di pasar tradisional daerah itu, Minggu (10/5/2021). (FOTO ANTARA/dok)

Petugas peternakan dan kesehatan hewan rutin melakukan pemantauan untuk mengantisipasi peredaran daging yang mengandung parasit dan cacing hati menjelang bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri 1442 Hijriah
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melakukan pemantauan untuk mengantisipasi peredaran daging sapi yang mengandung cacing hati di pasar tradisional daerah ini menjelang tibanya Idul Fitri (Lebaran) 1422 Hijriah.

“Kita melakukan pemantauan dengan cara datang ke lapak pedagang yang menjual daging. Pemantauan ini dilakukan pada H-1 Lebaran 1442 Hijriah,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Warsiman di Mukomuko, Senin.

Ia menjelaskan petugas peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko rutin melakukan pemantauan untuk mengantisipasi peredaran daging yang mengandung parasit dan cacing hati menjelang bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri 1442 Hijriah.

Pihaknya melakukan pemantauan untuk mengantisipasi peredaran daging sapi dan kerbau yang tidak sehat dan mengandung parasit dan cacing hati di daerah ini.

Selain itu, juga  melakukan pemantauan untuk mengantisipasi peredaran daging dari sapi yang menderita penyakit yang dapat menularkan dari hewan kepada manusia.

“Seperti penyakit anthrax atau penyakit sapi gila. Kita mengantisipasi jangan beredar daging dari sapi yang menderita penyakit ini karena penyakit ini bisa menular kepada manusia,” katanya.

Sementara itu, petugas peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian setempat sebelumnya telah menyosialisasikan tentang aturan yang melarang menjual daging sapi yang tidak sehat dan mengandung penyakit kepada masyarakat petani peternak dan pedagang di daerah ini.

Warsiman mengatakan pihaknya menyosialisasikan aturan yang melarang penjualan daging sapi tidak sehat ini saat melakukan sosialisasi larangan pemotongan hewan betina produktif di sejumlah wilayah daerah itu.

Dinas Pertanian melalui pusat kesehatan hewan atau puskeswan yang tersebar di daerah ini melakukan pemantauan sekaligus menyampaikan imbauan kepada pedagang untuk tidak menjual daging yang mengandung parasit dan cacing yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, demikian Warsiman.

Baca juga: Harga daging di Mukomuko Bengkulu stabil

Baca juga: Jelang Lebaran, Polres Mukomuko antisipasi penimbunan sembako

Baca juga: Gulai "Sempedeh" Sambut Lebaran di Mukomuko

Baca juga: Ribuan warga Mukomuko lakukan tradisi ziarah kubur

 

Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Diskumdag Pontianak pangkas rantai distribusi untuk stabilitas harga daging sapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar