Pemkab Kulon Progo uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran

Pemkab Kulon Progo uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran

SMP Negeri 3 Wates melakukan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. ANTARA/Sutarmi.

masih menunggu apakah simulasi yang dilakukan memiliki dampak terhadap peningkatan COVID-19 atau tidak setelah adanya PTM terbatas.
Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta  melakukan uji coba pembelajaran tatap muka setelah Lebaran 2021 dan mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tingkat kabupaten.

Kepala Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Arif Prastowo di Kulon Progo, Senin mengatakan berdasarkan evaluasi simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada tingkat SD dan SMP, hasilnya disebut sudah cukup baik.

"Secara keseluruhan hasil dari simulasi PTM terbatas pada jenjang SD dan SMP sudah berjalan baik dan sesuai rencana. Penerapan protokol kesehatan, kesiapan sarana dan prasarana pencegahan virus, hingga standar operasional bagi siswa juga sudah terlaksana. Kesimpulan sementara, semua jenjang pendidikan siap menggelar proses belajar secara langsung sesuai pencegahan COVID-19," kara Arif.

Dikatakan, pihaknya saat ini tetap masih menunggu apakah simulasi yang dilakukan memiliki dampak terhadap peningkatan COVID-19 atau tidak setelah adanya PTM terbatas.

"Semoga tidak ada dampaknya, namun kami rasa tidak. Karena protokol kesehatan di sekolah sudah diterapkan dengan sangat ketat," katanya.
Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Kulon Progo tambah 54 jadi 4.408
Baca juga: Satu RT di Desa Kranggan Galur Kulon Progo berubah zona merah


Lebih dari itu, Arif juga menyatakan pihaknya juga telau menyiapkan manajemen risiko apabila terjadi kasus penularan. Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan puskemas apabila ada keluhan sakit dari guru maupun guru.

Saat ini, lanjut Arif, Disdikpora juga tengah menunggu tahapan vaksinasi bagi tenaga kependidikan di Kulon Progo. Dia menyatakan, khusus untuk guru jenjang SMA/SMK mayoritas sudah difasilitasi vaksin oleh pemerintah provinsi.

Kemudian untuk guru di jenjang PAUD dan SD hampir seluruhnya sudah mendapatkan vaksinasi tahap pertama. Sementara untuk tenaga pendidik di jenjang SMP sebagian masih belum mendapatkan vaksinasi. Salah satunya di wilayah Kecamatan Wates.

"Harapannya sebelum bulan Juli atau pelaksanaan PTM semua guru di Kulon Progo sudah tervaksin seluruhnya," katanya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati menyampaikan hingga saat ini, tahapan vaksinasi di Kulonprogo baru mencapai 26,9 persen. Jika dikonversikan menjadi angka, total sudah ada 28.333 orang yang tervaksin dari total 105.298 sasaran vaksinasi.

Baning menerangkan, dari jumlah tersebut untuk capaian vaksinasi bagi tenaga kesehatan sudah mencapai 96,6 persen atau 3.346 orang. Kemudian petugas pelayanan publik telah mencapai 75,9 persen atau 17.773 orang. Lalu vaksinasi bagi lansia sebesar 9,2 persen atau 7.215 orang.

"Terkait dengan pemberian vaksinasi untuk guru, sampai saat ini sudah mencapai sepertiga dari total 10.000 sasaran atau sudah 3.424 orang," katanya.
Baca juga: Jumlah penumpang yang datang di Bandara YIA Kulon Progo naik 58 persen

Pewarta: Sutarmi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar