Menhub sebut jumlah pemudik sementara ini turun signifikan

Menhub sebut jumlah pemudik sementara ini turun signifikan

Suasana lengang di Dermaga IV Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (9/5/2021). Memasuki hari ke-4 pemberlakuan Larangan Mudik untuk mencegah penyebaran COVID-19 suasana penyeberangan di Pelabuhan Merak lebih sepi dari biasanya. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pihaknya mengevaluasi telah terjadinya penurunan yang signifikan terhadap jumlah masyarakat yang mudik Lebaran selama tanggal 6 sampai 9 Mei 2021.

Budi Karya Sumadi menyampaikan pemerintah terus berupaya untuk menekan laju mobilitas penduduk dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dari pandemi COVID-19.

"Pada transportasi udara terjadi penurunan sampai 93 persen, kalau di laut, kereta api, kira-kira 90 persen, di darat penurunan kira-kira 40 persen," jelas Budi saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Kemenhub siapkan skema pencegahan penyebaran COVID-19 saat arus balik

Budi mengapresiasi masyarakat, TNI dan Polri, serta pemerintah daerah yang telah memberikan respons baik terkait upaya pengendalian mudik yang efektif.

"Kami juga mengapresiasi TNI-Polri dan Pemda yang melakukan effort yang baik terhadap upaya penyekatan, di mana kemarin sempat melakukan kunjungan ke tiga tempat, Merak, Bakauheni, dan Brebes, penurunannya begitu signifikan, sebanyak 90 persen," tuturnya.

Kebijakan peniadaan mudik Lebaran yang diputuskan pemerintah beberapa waktu lalu bertujuan untuk mencegah mobilitas masyarakat agar tidak membuat penyebaran pandemi COVID-19 semakin meluas. Namun, pemerintah tetap membuka akses bagi kelancaran mobilitas transportasi bagi keperluan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk sektor logistik hanya turun kira-kira 3-5 persen," kata dia.

Sebelumnya, pada tanggal 22 April-5 Mei, Menhub menyatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah arus mobilitas yang keluar dari tempat asalnya sebesar 20 hingga 30 persen. Oleh karena itu, pemerintah memperketat persyaratan bagi para pelaku perjalanan dengan melampirkan hasil swab PCR Antigen dan GeNose dalam 1x24 jam.

"Dari pantauan yang kami lihat di survei, mudik ini masih bisa meningkat mungkin besok dan lusa. Oleh karena itu, kami mengimbau saudara-saudara kita untuk tetap tidak melakukan mudik," ujarnya.

Baca juga: Larangan mudik, Universitas Al Azhar larang mahasiswa dan dosen mudik
Baca juga: Korlantas berlakukan penyekatan berlapis antisipasi pemudik lolos
Baca juga: Ridwan Kamil sebut 99 persen warga Jabar tak mudik

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jatim antisipasi pemudik Idul Adha cegah lonjakan COVID-19 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar