Menteri Trenggono ingin masyarakat ramaikan Lebaran dengan menu ikan

Menteri Trenggono ingin masyarakat ramaikan Lebaran dengan menu ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membagikan paket ikan kepada warga dan pekerja yang bermukim di sekitar kantor pusat KKP. ANTARA/HO-KKP/pri.

Semoga ini bisa membantu bapak dan ibu untuk memenuhi kebutuhan pangan Lebaran.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginginkan masyarakat di berbagai daerah semakin meramaikan Lebaran 2021 dengan meningkatkan menu ikan sebagai hidangan hari raya.

Menteri Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Senin, menyampaikan hal tersebut ketika membagikan secara langsung sekitar 1,5 ton ikan beku dan ratusan paket produk olahan ikan untuk para pekerja dan warga yang bermukim di sekitar kantor pusat KKP.

"Semoga ini bisa membantu bapak dan ibu untuk memenuhi kebutuhan pangan Lebaran," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan.

Baca juga: KKP-PIMTI bagikan ikan beku kepada penghuni lapas di Tangerang

Ia mengemukakan bahwa pembagian ikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah merupakan bagian dari program Bulan Mutu Karantina (BMK) yang setiap tahun digelar oleh KKP.

Paket bantuan dikemas dalam styrofoam berukuran besar, berisikan ikan beku masing-masing tiga kilogram serta produk olahan ikan. Ikan beku terdiri dari ikan jenis mackarel dan bandeng.

Warga penerima bantuan merupakan warga tiga Rukun Tetangga (RT) yang bertempat tinggal di sekitar kantor KKP. Sedangkan pekerja terdiri dari petugas keamanan, petugas kebersihan dan teknisi yang sehari-hari bekerja di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebelumnya Anggota Komisi IV DPR RI Slamet menyatakan tingkat konsumsi ikan nasional perlu seperti di Jepang agar dapat mengatasi sejumlah permasalahan gizi seperti mengentaskan masalah stunting di Tanah Air.

"Kalau mau cerdas idealnya seperti di Jepang 140 kilogram per kapita per tahun. Target kita nasional (tahun 2021) ada di angka 60 kilogram per orang per tahun untuk mengonsumsi ikan," kata Slamet.

Baca juga: KKP tetapkan 5 koridor logistik, perluas akses perikanan RI timur

Menurut dia, potensi sumber daya laut di Indonesia sangat tersedia dengan melimpah sehingga menjadi PR pemerintah untuk memberdayakannya dengan optimal.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja menyatakan pelatihan pengolahan hasil perikanan di sejumlah daerah secara daring diyakini bakal melesatkan tingkat konsumsi ikan nasional.

"Inovasi olahan ikan juga sangat penting dalam peningkatan angka konsumsi ikan nasional," kata Sjarief Widjaja.

Ia memaparkan bahwa KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan sebesar 62,50 kg/kapita/tahun di tahun 2024 yang sebelumnya 56,39 kg/kapita/tahun di tahun 2020.

Untuk itu, ujar dia, pelatihan seperti pengolahan hasil perikanan tersebut juga menjadi salah satu strategi KKP untuk mencapai target konsumsi ikan.

KKP telah menggelar acara Safari Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional yang dinilai bermanfaat antara lain guna mengurangi stunting.

Kegiatan yang bermitra dengan Komisi IV DPR RI itu adalah berupa program edukasi dan pembagian paket ikan beserta olahannya ini akan menyasar 112 kabupaten/kota yang tersebar 21 provinsi di Indonesia dan berlangsung mulai Maret hingga Juli 2021.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil sebut peningkatan kasus COVID-19 di Jabar masih terkendali

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar