Warga Yogyakarta terima tamu Lebaran wajib lapor Posko PPKM Mikro

Warga Yogyakarta terima tamu Lebaran wajib lapor Posko PPKM Mikro

Ilustrasi - Posko PPKM Mikro di salah satu wilayah di Kota Yogyakarta. ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati/am.

maka imbauannya sebaiknya tidak saling berkunjung terlebih dulu
Yogyakarta (ANTARA) - Warga di Kota Yogyakarta yang hendak menerima tamu saat libur Lebaran diminta melapor ke Posko PPKM Mikro di wilayah masing-masing sebagai salah satu upaya pemantauan guna pencegahan penularan COVID-19.

"Tuan rumah diminta melapor ke Posko PPKM Mikro jika akan menerima tamu supaya tidak muncul kesalahpahaman di masyarakat," kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.

Selain itu, tamu yang akan berkunjung ke rumah atau keluarga yang tinggal di Yogyakarta juga terlebih dahulu harus memberi tahu atau menginformasikan kedatangan ke tuan rumah.

"Sehingga tuan rumah pun bisa melapor ke Posko PPKM Mikro," katanya.

Menurut dia, silaturahmi saat lebaran di wilayah mudik lokal DIY masih dimungkinkan asalkan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Misalnya mengurangi potensi kontak fisik. Tidak bersalaman atau kontak fisik lain sebagai upaya pencegahan penularan," katanya.

Baca juga: Epidemiolog ingatkan warga untuk silaturahim lebaran secara virtual

Akan lebih baik, katanya, jika tamu yang berkunjung pun sudah melakukan pemeriksaan COVID-19, baik melalui tes PCR, tes cepat antigen, atau menggunakan GeNose.

"Tujuannya agar semua masyarakat yang berkunjung pun merasa aman, nyaman, dan mengantisipasi potensi penularan COVID-19 di masa libur Lebaran," katanya yang juga menyebut aturan tersebut akan diterapkan selama larangan mudik hingga 17 Mei mendatang.

Bahkan, lanjut Heroe, terdapat beberapa kampung yang justru sudah membuat kesepakatan tidak menerima pemudik, salah satunya Bumijo.

"Jika memungkinkan dan bisa ditunda, maka imbauannya sebaiknya tidak saling berkunjung terlebih dulu. Karena saat ini, kita sama-sama berusaha menekan angka penularan sehingga kasus tidak justru kembali naik," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah DIY telah mengeluarkan SE Gubernur DIY Nomor 27 Tahun 2021 yang salah satunya mengatur kegiatan silaturahim masih dimungkinkan asalkan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat 5M.

Saat melakukan silaturahim warga diminta melakukan pemeriksaan COVID-19 terlebih dahulu, sedangkan tamu tidak diperkenankan menginap, serta optimalisasi fungsi Posko PPKM Mikro yang ada di wilayah untuk pengawasan kegiatan silaturahim.

Berdasarkan aturan PPKM Mikro untuk status zona risiko penularan, di Kota Yogyakarta pada Senin (10/5), terdapat 2.411 RT berada di zona hijau, dan 124 RT berada di zona kuning. Tidak terdapat RT yang masuk zona oranye dan merah.

Baca juga: Bupati Bogor larang ASN gelar "open house" di momen lebaran
Baca juga: Sultan HB X tiadakan "open house" Lebaran 2021
Baca juga: Mendagri terbitkan SE Larangan "Open House" Lebaran

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pelabuhan penyeberangan di Ternate dipadati pemudik lokal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar