Layanan pipa bahan bakar AS belum operasi kembali pascaserangan siber

Layanan pipa bahan bakar AS belum operasi kembali pascaserangan siber

Ilustrasi - Labirin pipa dan katup minyak mentah yang digambarkan selama tur oleh Departemen Energi di Cadangan Minyak Strategis di Freeport, Texas, AS, Kamis (9/6/2016). ANTARA/REUTERS/Richard Carson/am.

New York (ANTARA) - Layanan pipa bensin terbesar di Amerika Serikat tidak akan melanjutkan operasi penuh selama beberapa hari lagi karena serangan siber ransomware ( virus perangkat lunak yang merusak dengan menuntut tebusan).

Jaringan kriminal bayangan bernama DarkSide dipersalahkan atas serangan itu.

Serangan terhadap Colonial Pipeline itu, yang membawa hampir setengah bahan bakar yang dikonsumsi di sepanjang Pantai Timur AS, adalah salah satu rancangan digital peminta tebusan paling mengganggu yang pernah dilaporkan.

Meski dampaknya masih harus diukur, penghentian layanan pipa itu akan mengurangi ketersediaan bahan bakar dalam waktu dekat, menaikkan harga, dan memaksa penyuling menghentikan produksi karena tidak ada cara untuk mengirimkan gas.

Perusahaan milik swasta pada Senin mengatakan sedang bekerja untuk memulai kembali secara bertahap dengan "tujuan memulihkan layanan operasional secara substansial pada akhir minggu."

FBI mengaitkan serangan dunia maya itu dengan DarkSide, sebuah kelompok yang diyakini berbasis di Rusia atau Eropa Timur. Ransomware-nya menargetkan komputer yang tidak menggunakan papan ketik dalam bahasa bekas republik Soviet, kata para ahli dunia maya.

Presiden AS Joe Biden mengatakan sejauh ini tidak ada bukti bahwa pemerintah Rusia terlibat.

Siber menyesal

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama kelompok itu pada Senin mengatakan, "Tujuan kami adalah menghasilkan uang, dan tidak menciptakan masalah bagi masyarakat." Pernyataannya tidak menyebut nama Colonial Pipeline.

Ransomware adalah jenis perangkat lunak perusak yang dirancang untuk mengunci komputer dengan mengenkripsi data. Para peretas meminta pembayaran agar pemiliknya mendapatkan kembali akses. Tidak diketahui berapa banyak uang yang dicari peretas, dan Colonial belum berkomentar apakah pihaknya akan membayar.

Anne Neuberger, wakil penasihat keamanan nasional untuk keamanan siber, mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintahan Biden tidak menawarkan nasihat apakah Colonial Pipeline harus membayar tebusan.

Colonial pada Jumat menutup jaringan pipa sepanjang 5.500 mil (8.850 km), yang menyalurkan bahan bakar termasuk bensin, solar dan bahan bakar jet, untuk melindungi sistemnya.

Episode tersebut mengungkap kerentanan infrastruktur energi bagi peretas. Anggota parlemen AS menanggapi dengan seruan untuk perlindungan yang lebih kuat untuk infrastruktur energi kritis.

Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan serangan itu menunjukkan bahwa negara-negara anggota PBB perlu memerangi kejahatan dunia maya untuk menghindari "dampak yang menghancurkan pada dunia tempat kita semua tinggal."

Colonial memulai kembali beberapa jalur yang lebih kecil pada Minggu antara terminal bahan bakar dan titik pengiriman pelanggan, melepaskan bahan bakar yang disimpan secara lokal ke pelanggan. Namun jalur utamanya tetap ditutup, dan alternatif, saluran lebih kecil milik Kinder Morgan yang melayani wilayah yang sama mencapai kapasitas.

Pemadaman listrik terjadi menjelang musim liburan musim panas, ketika permintaan bensin dan perjalanan pesawat cenderung memuncak.

Akan merugikan di stasiun pompa?

Khawatir kekurangan, konsumen di Amerika Serikat bagian tenggara bergegas untuk mengisi bahan bakar. Pompa bensin di Georgia, North Carolina dan Tennessee mengalami serbuan pembeli, kata Patrick De Haan, kepala analisis perminyakan di GasBuddy.

American Automobile Association mengatakan harga bensin rata-rata nasional naik menjadi $ 2,96 (Rp42,7 ribu) per galon, tertinggi sejak Mei 2018.

Di Georgia, pemilik perusahaan angkutan truk Marcus Blash khawatir karena bisnisnya tidak dapat menyimpan bahan bakar di lokasi untuk melindungi nilai dari lonjakan harga.

"Kami membayar di stasiun pompa," katanya. "Itu belum memukul kita, tapi ini akan sangat merugikan."

Penduduk Florida Katina Willey pergi ke beberapa pompa bensin sebelum dia menemukan satu pompa bensin yang memiliki bahan bakar tersedia. "Ada antrean di tiga dari lima stasiun yang saya coba," katanya.

Jika gangguan berlanjut, pemasok bahan bakar dapat mengirim dengan truk dan kereta api. Departemen Perhubungan pada Minggu mencabut pembatasan pengemudi pada pengangkut bahan bakar di 17 negara bagian yang terkena dampak penutupan tersebut.

Importir bahan bakar AS memesan tanker untuk membawa bensin dari Eropa. Pabrik penyulingan AS termasuk Motiva Enterprises dan Total memangkas produksi di pabrik Gulf Coast pada Senin karena kurangnya transportasi.

Sumber: Reuters
Baca juga: Harga minyak naik tipis, pedagang pantau penutupan pipa bahan bakar AS
​​​​​​​Baca juga: Ukraina gagalkan serangan siber suruhan Rusia
 

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Feri kereta kapasitas 136 gerbong buatan China dikirim ke AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar