Layanan air bersih warga Bekasi 80 persen bakal dicakup tahun 2023

Layanan air bersih warga Bekasi 80 persen bakal dicakup tahun 2023

Kantor Pusat PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi di Jalan Inspeksi Kalimalang BTB 25 Kampung Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/ Pradita Kurniawan Syah).

Ditargetkan tahun 2023 nanti, setidaknya 80 persen dari total jumlah masyarakat Bekasi bisa terlayani air bersih. Perlu investasi besar guna mewujudkan hal tersebut
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menargetkan 80 persen wilayahnya terlayani air bersih dalam dua tahun ke depan atau hingga 2023 melalui penyambungan saluran baru perusahaan daerah air minum.

Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Usep Rahman Salim di Cikarang, Selasa, mengatakan target tersebut merupakan bagian dari perencanaan bisnis perusahaan.

Penambahan pelanggan itu diyakini mampu memperkokoh status perusahaan sebagai perusahaan daerah air minum dengan total jumlah pelanggan terbesar se-Jawa Barat.

"Ditargetkan tahun 2023 nanti, setidaknya 80 persen dari total jumlah masyarakat Bekasi bisa terlayani air bersih. Perlu investasi besar guna mewujudkan hal tersebut," katanya.

Saat ini PDAM Tirta Bhagasasi sudah memiliki sedikitnya 259.362 pelanggan namun jumlah tersebut baru mencakup 20 kecamatan dari total 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Ia mengaku untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat, pihaknya berupaya meningkatkan pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara efektif dan efisien.

"Peningkatan pengoperasian itu membutuhkan dukungan baik pemerintah pusat maupun daerah dalam bentuk penyertaan modal sebab kami hanya sebagai operator," kata Usep Rahman Salim.

Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi Maman Sudarman mengatakan pihaknya kini telah mulai mengaktivasi pengelolaan Water Treatment Plan (WTP) yang sebelumnya dikuasai swasta sebagai upaya meningkatkan pelayanan masyarakat.

Pihaknya optimistis pengambilalihan pengelolaan ini mampu mendongkrak jumlah pelanggan baru PDAM Tirta Bhagasasi hingga 50.000 sambungan lebih.

"Target kami 50.000 lebih pelanggan air minum yang sebelumnya dikelola oleh swasta kami ambil alih. Jadi nanti pelanggan swasta itu menjadi pelanggan kami dengan tarif sesuai PDAM," katanya.

Dia menyebut pengalihan kelola ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pelanggan sebab tarif air sambungan untuk pelanggan air dari pemerintah tergolong lebih terjangkau daripada yang dikelola swasta.

Direktur Teknik PDAM Tirta Bhagasasi Johny Dewanto menambahkan selain memberi keuntungan bagi masyarakat, pengalihan kelola ini akan meningkatkan pendapatan daerah. Dari 50.000 pelanggan baru itu, keuntungan yang didapat ditaksir mencapai Rp4 miliar lebih per tahun.

Selain itu target penambahan pelanggan lainnya juga dilakukan melalui seluruh kantor cabang. Ditargetkan jumlah pelanggan baru bertambah 10.000 orang melalui kantor cabang.

"Penambahan jumlah pelanggan ini merupakan bagian dari target perencanaan bisnis kami hingga 2023 mendatang, tentu ini akan semakin mengokohkan PDAM Tirta Bhagasasi sebagai perusahaan daerah dengan jumlah pelanggan terbesar di Jawa Barat," demikian Johny Dewanto.

Baca juga: DPRD Kabupaten Bekasi setujui pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi

Baca juga: Pemkot Bekasi diminta buktikan kepemilikan delapan aset PDAM

Baca juga: Dirut PDAM Bekasi sebut persentase kepemilikan PDAM 20:80

Baca juga: Perjanjian PDAM Tirta Bhagasasi-Kota Bekasi tidak mengikat

 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar