Tenis

Djokovic sikapi dinamika petenis muda di peringkat ATP

Djokovic sikapi dinamika petenis muda di peringkat ATP

Petenis asal Serbia Novak Djokovic bertanding melawan petenis asal Italia Jannik Sinner saat babak kedua dalam turnamen tenis Monte Carlo Masters di Monte-Carlo Country Club, Roquebrune-Cap-Martin, Prancis, Rabu (14/4/2021). REUTERS/Eric Gaillard/hp/cfo (REUTERS/ERIC GAILLARD)

Jakarta (ANTARA) - Keberhasilan sejumlah petenis muda dalam perebutan peringkat atas ATP belakangan ini dinilai oleh Novak Djokovic, petenis yang menduduki peringkat teratas saat ini, sebagai dinamika yang tak terhindarkan.

"Tidak dapat dihindari bahwa itu akan terjadi. Perubahan pada peringkat teratas di sektor putra akan datang. Apakah itu akan terjadi dalam satu bulan atau satu tahun atau apa pun, saya tidak tahu," kata Djokovic seperti dilaporkan Reuters, Selasa.

Dalam empat turnamen ATP Masters 1000 terakhir tahun ini misalnya, dimenangkan oleh petenis di luar "Tiga Besar" seperti Djokovic, Rafael Nadal dan Roger Federer.

Petenis Rusia Daniil Medvedev, memenangkan ATP Finals dan gelar Paris Masters tahun lalu dan telah menggusur Nadal dari peringkat kedua.

Baca juga: Zverev tundukkan Nadal di perempat final Madrid Open

Hubert Hurkacz, Stefanos Tsitsipas dan Alexander Zverev telah memenangkan tiga turnamen Masters tahun ini, dengan Tsitsipas sebagai yang termuda di antara mereka pada usia 22 tahun. Ia menilai bahwa situasi ini menunjukkan ada pergeseran generasi yang sedang berlangsung.

"Ada orang-orang seperti Tsitsipas, Zverev, (Matteo) Berrettini, (Andrey) Rublev yang menang melawan kami semua dan bermain banyak untuk membangun poin peringkat mereka,"

"Medvedev juga, tentu saja, dan menantang untuk posisi teratas. Dominic Thiem telah berada di sana selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Baca juga: Tundukkan Tsitsipas, Nadal klaim titel ke-12 di Barcelona Open

Menyikapi ini, Nadal melihat kesuksesan junior mereka merupakan hal yang normal. Tetapi petenis Spanyol itu belum siap untuk menghapus peluangnya di Roland Garros, di mana ia telah memenangkan 13 gelar utama.

"Saya tidak suka menyembunyikan kebenaran. Kami tidak memainkan turnamen sebanyak yang kami lakukan sebelumnya. Itu normal bahwa setelah hampir 20 tahun tur, ada generasi lain yang memenangkan turnamen. Kami telah mencapai hampir setiap peristiwa penting selama 19 tahun terakhir. Tidak ada yang aneh, dan kami siap menerimanya. Tapi saya akan terus berjuang untuk itu," kata Nadal.

Sementara itu Federer yang berusia 39 tahun telah absen pada sebagian besar turnamen dalam 14 bulan terakhir karena masalah lutut. Hal ini menguntungkan Djokovic karena melewati rekornya untuk pekan terbanyak sebagai petenis nomor satu dunia.

Baca juga: Nishikori, Osaka sepakat bahwa Olimpiade yang aman perlu dibahas lagi
Baca juga: Lapangan utama French Open boleh dihadiri hingga 1.000 penonton
Baca juga: Roland Garros jadi ladang persiapan Federer menuju Wimbledon

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tenis meja jadi hobi dan media silaturahmi Menteri PPPA

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar