Kadin: Pertumbuhan ekonomi nasional mengarah positif

Kadin: Pertumbuhan ekonomi nasional mengarah positif

Kendaraan melaju di antara gedung bertingkat di kawasan Pancoran, Jakarta, Sabtu (20/3/2021). Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 akan mencapai 4,9 persen, prediksi ini naik dari ramalan sebelumnya yang hanya empat persen. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2021 yang minus 0,74 persen secara tahunan (year on year/yoy), patut disyukuri karena tercapai di tengah masa pandemi yang masih melanda Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sudah berada pada jalur yang benar dan sedang menuju ke arah pertumbuhan yang positif.

“Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2021 yang minus 0,74 persen secara tahunan (year on year/yoy), patut disyukuri karena tercapai di tengah masa pandemi yang masih melanda Indonesia,” kata Arsjad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, kontraksi pada kuartal I 2021 yang makin mengecil ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi semakin nyata dan diyakini sedang menuju ke arah positif.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong ditargetkan bergulir 17 Mei 2021

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal I 2021, PDB nasional masih terkontraksi 0,74 persen secara tahunan, membaik dibandingkan kuartal IV 2020 yang minus 2,19 persen dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 2,9 persen.

Faktor positif lainnya adalah sejumlah lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, yaitu informasi dan komunikasi sebesar 8,72 persen, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 5,49 persen, dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 3,64 persen.

Berdasarkan data BPS, Arsjad optimistis pada kuartal II 2021, pertumbuhan ekonomi akan semakin ekspansif, dengan perkiraan awal berada pada kisaran 5,0-7,0 persen (yoy), seiring makin masifnya pelaksanaan vaksinasi COVID-19, baik yang dilakukan pemerintah maupun Kadin.

"Kadin pada Mei 2021 dijadwalkan memulai program vaksinasi gotong royong untuk para pekerja dan keluarganya," kata calon Ketua Umum Kadin 2021-2026 ini.

Baca juga: Menko Airlangga ungkap tiga kunci jaga pemulihan ekonomi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, vaksin gotong royong dibedakan dari vaksin yang dipakai dalam program pemerintah.

Vaksin yang akan digunakan Kadin dalam program vaksinasi gotong royong, yakni vaksin Sinopharm dari Tiongkok dan vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 30 April 2021 sebanyak 482.400 vaksin dalam bentuk jadi (vial) dari Sinopharm telah datang di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Optimisme tumbuhnya ekonomi ini didukung program vaksinasi Gotong Royong sebagai game changer. Vaksinasi menjadi faktor utama untuk menstimulasi aktivitas ekonomi dan sosial dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ujar Arsjad.

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kadin Sultra gelar Pasar Murah Ramadhan untuk stabilkan harga

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar