Saham China berakhir melonjak, ditopang optimisme ekonomi pulih

Saham China berakhir melonjak, ditopang optimisme ekonomi pulih

Ilustrasi - Seorang investor berjalan melewati layar yang memperlihatkan informasi saham di sebuah rumah pialang di Shanghai, China. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/aa.

Shanghai (ANTARA) - Saham China berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, mengalami kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga minggu, dengan saham pertanian dan baja memimpin kenaikan, karena permintaan melonjak di tengah momentum optimisme ekonomi yang berkelanjutan.

Pada penutupan, Indeks Komposit Shanghai naik 0,61 persen menjadi 3.462,75, kenaikan satu hari terbesar sejak 19 April, sedangkan indeks saham unggulan CSI300 naik 0,43 persen.

Memimpin kenaikan, sub-indeks perawatan kesehatan dan sub-indeks pertanian keduanya naik 1,79 persen, sedangkan sektor kebutuhan pokok konsumen naik 1,06 persen.

Gansu Jiu Steel Group Hongxing Iron & Steel Co Ltd termasuk di antara persentase keuntungan terbesar di Indeks Komposit Shanghai utama dengan menaikkan batas harian 10 persen.

Baca juga: Saham China dibuka berbalik melemah dari kenaikan hari sebelumnya

Penjualan kendaraan di China naik 8,6 persen pada bulan April dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, kenaikan 13 bulan berturut-turut, karena pasar mobil terbesar di dunia memimpin pemulihan sektor tersebut dari pandemi COVID-19.

Indeks real estat turun 1,53 persen setelah Beijing mengadakan pertemuan mengenai pajak properti untuk mengekang spekulasi di pasar perumahan.

Indeks Shenzhen yang lebih kecil berakhir 0,9 peren dan indeks Komposit ChiNext papan pengembangan lebih tinggi sebesar 1,34 persen.

Di seluruh wilayah, indeks saham MSCI Asia kecuali Jepang melemah 0,84 persen, sedangkan Indeks Nikkei Jepang ditutup turun 1,61 persen.

Pada 07:04 GMT, Yuan tercatat pada 6,4404 per dolar AS, 0,19 persen lebih lemah dari penutupan sebelumnya pada 6,4283.

Baca juga: IHSG terkoreksi jelang libur Lebaran, terseret pelemahan Wall street

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar