Takbiran di Masjid Al Azhar Jaksel diadakan tanpa kerumunan

Takbiran di Masjid Al Azhar Jaksel diadakan tanpa kerumunan

Umat Islam melaksanakan pembayaran zakat dengan menerapkan protokol kesehatan di Masjid Agung Al Azhar di Jakarta Selatan, Rabu (12/5/2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Takbiran di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan tanpa ada kerumunan.

Pantauan ANTARA di Masjid Agung Al Azhar di Jakarta Selatan, Rabu malam, takbiran berlangsung khidmat dengan gema takbir oleh pengurus masjid tersebut.

Takbiran itu dipimpin oleh imam Masjid Agung Al Azhar yakni Ustadz Achmad Khotib, Ustadz Agus N dan Ustadz Mochtar Ibnu. Takbiran juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube dan Instagram Masjid Agung Al Azhar.

Tidak ada berkerumun jamaah di masjid berdesain megah dengan warna putih itu karena diatur dengan protokol kesehatan.

Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar Iding menjelaskan kapasitas ruangan dalam masjid itu mencapai sekitar 1.000 orang.

Namun karena pandemi, dilakukan sejumlah pembatasan untuk menekan kerumunan
 Misalnya, ketika shalat tarawih saat awal puasa hanya disediakan 50 persen dari kapasitas.

Baca juga: Masjid Al Azhar adakan Shalat Id dengan kapasitas 50 persen
Baca juga: Masjid Agung Al Azhar batasi jamaah Shalat Tarawih 500 orang
Petugas membuat garis saf Shalat Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jakarta, Rabu (11/5/2021). Masjid Al Azhar akan menggelar shalat Idul Fitri di lapangan masjid tersebut dengan protokol pencegahan COVID-19 yang ketat. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Pada rangkaian malam takbiran itu hanya ada  umat Islam yang membayar zakat dengan pengaturan protokol kesehatan, yakni antre dengan menjaga jarak.

Loket pembayaran zakat itu sudah dibuka sejak awal puasa yang ditempatkan di pintu depan dan belakang masjid agar tidak terjadi kerumunan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Seruan Gubernur DKI Nomor 5 tahun 2021 sudah mengatur perayaan Idul Fitri di antaranya terkait malam takbiran.

Dalam seruan itu disebutkan untuk malam takbiran yang diadakan di masjid dan mushala dilaksanakan terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas dengan protokol ketat.

Kegiatan malam takbiran itu juga bisa diadakan secara virtual dari masjid dan mushala sesuai ketersediaan perangkat.
 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pantauan udara Bundaran HI di malam takbir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar