"Eternals" dan "Shang-Chi" kemungkinan tidak tayang di bioskop China

"Eternals" dan "Shang-Chi" kemungkinan tidak tayang di bioskop China

Film "Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings" (ANTARA/Marvel)

Jakarta (ANTARA) - Dua film pahlawan super Marvel, "Eternals" dan "Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings" kemungkinan tidak akan disetujui untuk rilis di China.

Mengutip Variety pada Kamis, laporan media pemerintah China CCTV6 China Movie Channel baru-baru ini merilis jadwal tayang untuk delapan dari 10 film Hollywood, namun secara mencolok "Eternals" dan "Shang-Chi" tidak disebutkan.

Baca juga: Sepekan isolasi mandiri, sutradara "Shang-Chi" negatif corona

Setelah "Black Widow" yang tayang di Amerika Serikat pada 9 Juli, kedua film tersebut merupakan proyek Marvel Cinematic Universe yang akan diluncurkan. Masing-masing memiliki jadwal rilis pada 3 September dan 5 November.

Penghilangan tersebut mungkin terlihat sebagai masalah kecil, tetapi signifikansinya terletak pada asal dari laporan tersebut dibuat, di mana CCTV6 China Movie Channel merupakan saluran yang berada di bawah yurisdiksi departemen propaganda China yang kuat, yang menentukan keputusan akhir tentang persetujuan film.

China tidak menjalankan pasar bebas di bioskop. Semua film buatan luar negeri yang ingin dirilis di bioskop Tiongkok harus mendapat persetujuan pemerintah dan lolos sensor.

Baca juga: Marvel rilis trailer perdana "Shang-Chi", tampilkan para talenta Asia

Ada juga kuota terpisah untuk film yang diimpor dengan harga tetap dan yang mencari pembebasan bagi hasil yang lebih menguntungkan melalui distributor milik negara.

Meskipun laporan China Movie Channel bukanlah bukti kuat bahwa kedua judul tersebut akan dilarang dari pasar China, kelalaian mereka bisa menjadi indikasi bahwa ada sesuatu tentang "Eternals" dan "Shang-Ci" yang meresahkan para pejabat China.

Kedua film tersebut memiliki hubungan langsung ke China. "Shang-Chi" akan menandai debut pahlawan super Asia pertama Marvel yang diperankan oleh Simu Liu, kelahiran Tiongkok, bersama Tony Leung Chiu-wai dan Michelle Yeoh, keduanya terkenal di Tiongkok.

"Eternals" adalah film pertama Marvel yang disutradarai oleh seorang wanita kulit berwarna Chloé Zhao ("Nomadland") pemenang Oscar kelahiran China.

Dua film yang diharapkan paling beresonansi dengan pemirsa China sekarang adalah film yang menghadapi masalah sensor dan kesulitan dalam menavigasi pasar film terbesar di dunia.

Larangan "Eternals" akan mengejutkan, tetapi bukan tidak masuk akal, mengingat reaksi nasionalis baru-baru ini yang menyebabkan nama dan pencapaian Zhao dihapus dari sebagian besar web China.

Media pemerintah China merayakan kemenangan sutradara terbaiknya di Golden Globes Februari. Akan tetapi pada saat tiga kemenangan bersejarah Oscar untuk "Nomadland" bergulir, pihak berwenang memberlakukan pemadaman media atas berita tersebut.

Debut film "Nomadland" yang dijadwalkan pada 23 April dalam rilis terbatas ditarik, tanpa penjelasan atau tanggal baru yang ditetapkan.

Masalah Zhao menunjukkan bahwa komentar provokatif di China memiliki konsekuensi di dunia nyata yang signifikan, setidaknya ketika tekanan online selaras dengan sentimen yang ingin didorong oleh pihak berwenang, seperti nasionalisme.

Ini bisa menjadi masalah bagi "Shang-Chi" yang telah dirundung oleh keluhan kaum nasionalis selama beberapa waktu.



Baca juga: Marvel rilis tampilan perdana "Eternals" dan judul "Black Panther 2"

Baca juga: Disney tunda rilis "Black Widow", "Eternals" hingga "West Side Story"

Baca juga: Akan ada jagoan LGBTQ di film terbaru Marvel

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar