Wapres Ma'ruf Amin rayakan Idul Fitri secara sederhana

Wapres Ma'ruf Amin rayakan Idul Fitri secara sederhana

Tangkapan layar Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin didampingi istri Wury Estu Handani memberikan pesan-pesan terkait perayaan Idul Fitri ditengah pandemi COVID-19, melalui video yang diterima wartawan d Jakarta, Selasa. (Setwapres)

Ustaz Abdul mengajak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ketakwaan kepada Allah SWT
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin merayakan Hari Idul Fitri 1442 H secara sederhana dengan menikmati hidangan khas hari raya dan halal bihalal virtual.

"Usai melaksanakan shalat Idul Fitri, Wapres merayakan hari kemenangan ini dengan menikmati hidangan khas hari raya yang telah disediakan dan dilanjutkan dengan halal bihalal secara virtual dengan keluarga inti dan kerabat terdekat," ujar Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Masduki mengatakan walaupun terpisah jarak, Wapres beserta istri Wury Ma'ruf Amin tetap merasakan kehangatan Idul Fitri melalui silaturahmi virtual yang dilakukan.

Baca juga: Presiden dan Ibu Negara akan Shalat Id di Istana Bogor

Sebelumnya Wapres telah melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di Pendopo Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No.2 Jakarta, Kamis pagi.

Menurut Masduki, Shalat dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berlangsung khidmat, dengan tetap menaati protokol kesehatan yang ketat.

Shalat yang dilaksanakan secara berjamaah tersebut juga diikuti oleh istri Wapres Wury Ma’ruf Amin beserta ajudan dan perangkat terbatas. Bertindak sebagai khatib tahun ini yaitu Ustaz Abdul Muiz Ali.

Pada khutbah dengan tema “Makna Idul Fitri dan Potensi Zakat dalam Islam” ini, kata Masduki, Ustaz Abdul menyampaikan bahwa zakat merupakan bentuk ibadah yang memiliki dimensi kemanusiaan, sosial, dan ekonomi yang berfungsi meminimalisasi kesenjangan sosial.

Baca juga: Presiden Jokowi-Ibu Negara shalat Idul Fitri di halaman Istana Bogor

“Membayar atau menunaikan zakat dapat membersihkan harta yang dimiliki, menyucikan jiwa dari rasa tamak dan keserakahan, serta menjadi pembantu fakir miskin untuk melanjutkan kehidupan mereka,” ujar Ustaz Abdul, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Jubir Wapres.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul mengajak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ketakwaan kepada Allah SWT sebagai ilmu yang bermanfaat di akhirat kelak.

“Marilah kita berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan melakukan semua kewajiban dan meninggalkan seluruh larangan-Nya,” tutur Ustaz Abdul.

Baca juga: Wapres: Ramadhan di tengah pandemi momentum tepat keluarkan Ziswaf

Tahun ini menjadi tahun kedua bagi masyarakat muslim di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri dalam suasana pandemi COVID-19. Wapres pun kembali tidak tidak melaksanakan kegiatan gelar griya atau open house pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah.

Hal ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri, yaitu SE Nomor 800/2794/SJ tentang Pembatasan Kegiatan Buka Puasa Bersama pada Bulan Ramadan dan Pelarangan Open House/Halal Bihalal pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/2021.

Keputusan ini diambil sebagai salah satu upaya pemerintah di dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 yang masih melanda negeri ini.

Baca juga: Wapres Shalat Id dengan menerapkan protokol kesehatan ketat

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres Ma'ruf Amin sebut Indonesia adalah negara kesepakatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar