KBRI Buenos Aires gelar acara Idul Fitri secara tatap muka dan virtual

KBRI Buenos Aires gelar acara Idul Fitri secara tatap muka dan virtual

Duta Besar RI Buenos Aires Niniek Kun Naryatie (kiri) menyapa masyarakat Indonesia di Argentina, Paraguay, dan Uruguay dalam acara halal bihalal virtual Idul Fitri 1442H pada Kamis (13/5/2021). ANTARA/HO-KBRI Buenos Aires/am.

Sudah barang tentu makanan Indonesia ini menjadi pengobat rindu Tanah Air. Oleh karenanya dari tahun ke tahun saya selalu buatkan masakan Indonesia sebagai pengobat rasa rindu kampung halaman
Jakarta (ANTARA) - KBRI Buenos Aires menggelar rangkaian kegiatan Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia di Argentina secara tatap muka dan virtual, mengingat penguncian wilayah yang masih diberlakukan pemerintah setempat untuk mencegah gelombang kedua penularan COVID-19.

Rangkaian Idul Fitri diawali lantunan takbir yang disiarkan secara daring dari Wisma Duta pada Kamis (13/5) pagi, kemudian dilanjutkan dengan shalat Id di tempat tinggal masing-masing WNI secara serentak. Ustadz H Ika Supriatma yang memimpin sholat Id di Wisma Duta kemudian naik mimbar dan membawakan khotbah yang dapat disimak oleh jamaah lain di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.

Shalat Id secara hibrid yang diselenggarakan KBRI Buenos Aires pada Kamis (13/5/2021). ANTARA/HO-KBRI Buenos Aires/am.

Lebih dari 50 masyarakat Indonesia kemudian meramaikan halal bihalal virtual dengan Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguay, dan Uruguay Niniek Kun Naryatie.

Dalam sambutannya seperti disampaikan melalui rilis KBRI Buenos Aires, Jumat, Dubes Niniek menyampaikan kegembiraannya karena dapat menyambut masyarakat Indonesia pada acara halal bihalal walaupun secara virtual. Ia berharap tahun depan masyarakat Indonesia bisa merayakan Idul Fitri secara tatap muka.

Dubes Niniek juga menekankan kembali pesan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada para diaspora Indonesia yaitu pertama, terus menerapkan protokol kesehatan walaupun sudah divaksin; kedua, mematuhi aturan pemerintah setempat untuk keselamatan pribadi dan menjaga nama baik bangsa; dan ketiga, terus memelihara persatuan di antara sesama WNI di tanah rantau.

Sudah dua tahun ini KBRI melakukan rangkaian kegiatan Idul Fitri dan halal bihalal secara virtual karena pandemi virus corona. Namun, kegiatan secara virtual ini ternyata memberikan kesan mendalam bagi masyarakat.

Menurut Dubes Niniek, jarak tidak lagi menjadi halangan untuk mengikuti perayaan tersebut, sehingga masyarakat Indonesia yang berada jauh dari ibu kota pun dapat turut bersilaturahmi.

Eva Leni, salah satu WNI di Argentina, mengutarakan rasa gembira karena bisa bertemu muka dengan yang lain, tetapi juga sedih karena tidak dapat merasakan hangatnya berpelukan apabila halal bihalal dilakukan secara langsung.

Sementara Dewi Daryana, diaspora Indonesia yang membuka usaha katering Indonesia, juga berharap pandemi segera usai dan ini menjadi halal bihalal virtual terakhir yang diselenggarakan KBRI.

Acara halal bihalal virtual juga dihadiri rohaniwan Katolik yang ada di pelbagai penjuru Argentina. Pater Jou di Paraguay, Suster Xavery, dan Lusia Onlet di Misiones, Argentina menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri bagi umat Muslim Indonesia di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.

Karena acara Idul Fitri juga bertepatan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih, hadirin pun turut mengucapkan selamat kepada mereka yang beragama Kristen dan Katolik.

“Di sinilah indahnya kerukunan antar umat beragama, dalam dua hari besar keagamaan yang dirayakan di hari yang sama, kedua umat saling ucapkan selamat dan mendoakan,” kata M Nuradi Akhsan, seorang WNI dari yang hadir.

Acara gelar griya Idul Fitri yang diselenggarakan KBRI Buenos Aires secara terbatas pada Kamis (13/5/2021). ANTARA/HO-KBRI Buenos Aires/am.

Sementara itu, gelar griya di Wisma Duta dilakukan terbatas untuk mereka yang ada di Ibu Kota Buenos Aires. Masing-masing keluarga dapat bertemu dengan Dubes Niniek, tetapi waktunya diatur dan dibatasi maksimal 15 menit. Hal ini agar sesuai dengan ketentuan pemerintah setempat yang membatasi jumlah maksimal peserta kegiatan di dalam ruangan.

Selama gelar griya berlangsung, protokol kesehatan tetap diterapkan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan memeriksa suhu tubuh para tamu yang hadir sebelum mereka masuk ke Wisma Duta.

Para keluarga yang hadir disajikan makanan khas hari raya, seperti lontong, opor, dan nastar. Bagi masyarakat Indonesia di Buenos Aires yang tidak hadir, makanan akan diantar ke rumah masing-masing.

“Sudah barang tentu makanan Indonesia ini menjadi pengobat rindu Tanah Air. Oleh karenanya dari tahun ke tahun saya selalu buatkan masakan Indonesia sebagai pengobat rasa rindu kampung halaman,” tutur Dubes Niniek.

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rezeki perajin ketupat mengalir usai Idul Fitri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar