Curhat dari Papua, Lebaran tak mudik, "video call" pun tidak bisa

Curhat dari Papua, Lebaran tak mudik, "video call" pun tidak bisa

Sejumlah warga memadati trotoar yang berada di depan Rumah Sakit Provita Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (13/5/2021) agar bisa mengakses jaringan telekomunikasi yang terganggu sejak putusnya kabel bawah laut antara Sarmi-Biak. ANTARA/Evarukdijati/am.

Kami sudah tidak diizinkan mudik sehingga tetap merayakan Lebaran di Jayapura, namun juga tak bisa melakukan "video call" dengan keluarga akibat kabel optik bawah laut yang putus sejak 30 April lalu sehingga untuk silaturahmi Idul Fitri secara daring
Jayapura (ANTARA) - Perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah bagi sebagian besar umat Islam yang bermukim di Jayapura, Provinsi Papua di masa pandemi COVID-19 kali ini berbeda seperti tahun sebelumnya karena mereka tidak bisa menyampaikan salam secara virtual seperti "video call" akibat gangguan jaringan telekomunikasi.
 
"Kami sudah tidak diizinkan mudik sehingga tetap merayakan Lebaran di Jayapura, namun juga tidak bisa melakukan 'video call' dengan keluarga akibat kabel optik bawah laut yang putus sejak tanggal 30 April lalu sehingga untuk silaturahmi Idul Fitri secara daring juga tak bisa, " kata Firman, salah satu pegawai pemerintah di Jayapura, Jumat.
 
Firman yang enggan disebut nama lengkapnya mengaku sudah tidak bisa berlebaran dengan sanak keluarganya sejak 2020 akibat merebaknya COVID-19.
 
"Namun kalau tahun 2020 lalu kami masih bisa berteleponan melalui 'video call' sehingga dapat berbicara dengan melihat seluruh keluarga,"  kata Firman.
 
Diakuinya akibat keterbatasan telekomunikasi tersebut, maka ucapan Idul Fitri hanya bisa bertelepon saja dengan sanak keluarga tanpa bisa melihat seperti kalau "video call".
 
"Mudah-mudahan perbaikan segera dilakukan sehingga dapat berkomunikasi secara tatap muka dapat dilakukan agar dapat melepas rindu dengan keluarga," kata Firman.
 
Sementara itu GM PT Telkom Papua Sugeng Widodo mengaku warga bisa melakukan "video call", namun hanya di beberapa tempat umum seperti rumah sakit karena kapasitasnya sudah dinaikkan.
 
" Kalau 'video call' baru bisa dilakukan di beberapa tempat yang merupakan sarana umum, namun bila pengguna banyak akan kesulitan, " demikian Sugeng Widodo.
 

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar