Antisipasi lonjakan usai Lebaran, 250.000 masker dibagikan di Jambi

Antisipasi lonjakan usai Lebaran, 250.000 masker dibagikan di Jambi

Umat muslim beranjak pulang usai menunaikan shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di lapangan Gunung Labu dengan latar belakang Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Kamis (13/5/2021). Meski Pemerintah Desa setempat telah menyampaikan imbauan supaya mengikuti protokol kesehatan, sebagian warga masih terpantau enggan mengenakan masker. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/hp.

Usai Lebaran kami bagikan 250.000 masker dan juga akan melakukan 4.000 tes usapĀ antigen kepada masyarakat secara gratis
Jambi (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi membagikan sebanyak 250.000 masker dan akan melakukan 4.000 tes usap antigen kepada masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19 usai Lebaran 2021.

"Usai Lebaran kami bagikan 250.000 masker dan juga akan melakukan 4.000 tes usap antigen kepada masyarakat secara gratis," kata Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo usai menyambangi tempat isolasi pasien COVID-19 bersama Pj Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni , di Jambi Jumat.

Hal ini, kata dia, dilakukan untuk mengantisipasi terhadap lonjakan pandemi COVID-19 setelah liburan Idul Fitri 1442 H dan kenaikan Isa Almasih.

Pihaknya Jambi kembali membagikan masker dan melakukan tes usap antigen ke polres-polres jajaran Polda Jambi.

Polda Jambi sebelumnya telah membagikan sebanyak 150.000 masker kepada masyakat pada bulan April 2021 dan sisanya sebanyak 100.000 masker lagi akan dibagikan usai Lebaran kali ini bersamaan melaksanakan tes usap antigen.

Ia mengatakan pembagian masker dan tes usap antigen ini merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap meningkatnya angka penderita COVID-19 di wilayah Provinsi Jambi.

"Namun, pembagian masker dan tes usap antigen ini tidak berjalan efektif bilamana masyarakat tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pada masa pandemi ini, seperti selalu menggunakan masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, serta selalu mencuci tangan di air mengalir," katanya.  

Ia menegaskan penerapan protokol kesehatan ini wajib dilaksanakan masyarakat, terutama setiap akan memasuki area umum seperti kantor atau sebelum masuk ke dalam rumah sekembali dari beraktivitas.

Berdasarkan aplikasi Bersama Melawan COVID (BLC) Provinsi Jambi termasuk dalam daerah yang berisiko sedang sehingga kondisi ini harus terus dijaga dan diperjuangkan sampai menjadi risiko ringan.

"Walau agak sulit untuk mengubah menjadi daerah yang tanpa resiko sama sekali, karena Provinsi Jambi berbatasan dan menjadi jalur lintasan warga dari provinsi lain yang risiko pandemi COVID-19 nya lebih tinggi, apalagi selama sepekan menjelang Idul Fitri terjadi pergeseran penderita COVID-19 dari pulau Jawa ke Pulau Sumatera yang ditandai dengan meningkatnya hunian tempat tidur isolasi rumah sakit di Provinsi Jambi," demikian Rachmad Wibowo.

Baca juga: Kapolda Jambi: Waspadai peningkatan kasus COVID-19 saat arus balik

Baca juga: Wali Kota Jambi ingatkan warga berlebaran dengan patuhi prokes

Baca juga: Jambi larang "open house" saat Idul Fitri

Baca juga: Tiga kabupaten dan kota di Provinsi Jambi zona merah COVID-19

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ditpolair Jambi gagalkan penyelundupan lobster Senilai Rp 14M

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar