counter

Dino: Kunjungan Obama Diharapkan Jadi Forum Alirkan Modal

Dino: Kunjungan Obama Diharapkan Jadi Forum Alirkan Modal

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal berharap kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia dapat menjadi forum untuk mengalirkan modal, teknologi dan wisatawan ke Indonesia.

"Mudah-mudahan nanti kunjungan Presiden Obama dapat kita jadikan sebagai suatu forum untuk semakin mengalirkan modal Amerika, teknologi dan wisatawan Amerika," kata Dino di Istana Negara, Jakarta, Selasa, seusai acara pelantikan duta besar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Presiden Obama semula dijadwalkan melakukan lawatan ke Indonesia pada 18 Maret 2010, lalu ditunda pada 23 Maret 2010 untuk ditunda kembali pada Juni 2010. Oleh karena krisis tumpahan minyak di Teluk Meksiko, rencana lawatan pada Juni 2010 tersebut ditunda lagi hingga waktu yang belum ditetapkan.

Terkait investasi, ia mengatakan bahwa menurut kesepakatan dengan Badan Investasi AS (OPIC/Overseas Private Investment Corporation) dapat dihadirkan sekitar 10 miliar dolar AS.

"Memang kita ingin agar investasi Amerika lebih deras mengalir ke Indonesia. Kemarin sudah ditandatangani OPIC dan kita berharap, dulu OPIC itu kalau kita benar-benar mengupayakan bisa menghadirkan sekitar 10 milyar dollar, jadi itu yang kita tunggu," katanya.

Sedangkan di sektor wisata, Dino mengatakan pada 13 Agustus akan dilakukan peluncuran film "Eat, Pray, Love" yang dibintangi aktris terkenal Hollywood Julai Roberts dan pengambilan gambarnya dilakukan di Bali.

"Mudah-mudahan film ini ditonton jutaan orang dan orang bisa lebih banyak datang ke Bali. Karena sekarang ini turis ke Indonesia masih sekitar 7 juta orang. Susah menembusnya itu. Kalau ada metode baru seperti film-film Hollywood yang ada di Bali mungkin bisa menembus 10 atau 20 juta orang," ujarnya.

Diplomat karir kelahiran 10 September 1965 tersebut tercatat sebagai juru bicara kepresidenan terlama dalam sejarah modern. Sejak era kuartet Wimar Witoelar, Adhie Massardi, Yahya C Staquf dan Wahyu Muryadi di masa pemerintah mantan Presiden Abdurrahman Wahid, belum ada juru bicara kepresidenan yang menjabat hingga enam tahun lamanya sebagaimana Dino.

Pada Selasa (10/8), Presiden melantik 24 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk beberapa negara.

Sejumlah duta besar yang dilantik bersama Dino, antara lain, Sudirman Haseng untuk Nigeria merangkap Kamerun dan Togo berkedudukan di Abuja, Aloysius Lele Madja untuk Republik Chile berkedudukan di Santiago.

Hamdani Djafar untuk Meksiko, merangkap Republik Honduras, Republik Costa Rica, Republik Nikaragua dan Republik Guatemala berkedudukan di Mexico City.

Rezlan Ishar Jenie untuk Republik Prancis merangkap Kepangeranan Monaco dan Kepangeranan Andorra berkedudukan di Paris.

Arif Havas Oegroseno untuk Belgia merangkap Luxembourg dan Uni Eropa berkedudukan di Brussel.

Surdaryomo Hartosudarmo untuk Republik Federasi Brazil berkedudukan di Brasilia, Nahari Agustini untuk Turki berkedudukan di Ankara, dan Hasan Kleib sebagai perutusan tetap RI di PBB dan organisasi internasional lainnya di New York, AS. (G003*F008/K004)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Ketua MPR: SBY bersedia hadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Komentar