Masih khawatir virus corona, China batalkan pendakian gunung Everest

Masih khawatir virus corona, China batalkan pendakian gunung Everest

Sebuah patok yang menunjukkan ketinggian di lingkungan sekitar Base Camp Everest, tempat perkemahan sederhana di kaki Gunung Everest yang digunakan oleh pendaki gunung selama pendakian dan penurunan, di daerah Tingri, kota Shigatse, Daerah Otonomi Tibet di barat daya China, (2/5/2020). ANTARA/REUTERS/ChinaImages/aa.

Jakarta (ANTARA) - China batalkan musim pendakian Everest pada musim semi 2021 di gunung Everest dari sisi Tibet, puncak tertinggi di dunia, karena kekhawatiran atas virus corona, kata kantor berita Xinhua, Sabtu waktu setempat.

Xinhua mengutip pengumuman dari Administrasi Umum Olahraga, penutupan itu dilakukan karena situasi pandemi yang parah.

Baca juga: Perempuan pendaki Indonesia jalani proses aklimatisasi di Nepal

Negara Nepal di Himalaya, yang kekurangan tabung oksigen sehingga meminta pendaki gunung untuk mengembalikan tabung kosong mereka, telah mengeluarkan 408 izin pendakian Everest pada musim April-Mei setelah penutupan tahun lalu.

Sebaliknya, hanya 21 pendaki China yang mendapat izin pendakian pada musim semi, tambah Xinhua.

Pekan lalu, China disebut akan membuat "garis pemisah" di puncak Everest untuk mencegah pendaki dari sisi Nepal dan Tibet berbaur sebagai langkah pencegahan.

Everest telah didaki oleh lebih dari 6.000 pendaki sejak ditaklukkan pertama kali Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay pada tahun 1953. Sedikitnya 311 orang tewas di lereng gunung yang tingginya 8.849 meter.

Baca juga: Soroti sampah di gunung, Nepal ubah sampah Everest jadi karya seni

Baca juga: Cegah COVID-19, Nepal tutup jalur pendakian Gunung Everest

Baca juga: Sampah 8,5 ton dibersihkan dari Gunung Everest

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jalur pendakian Gunung Semeru kembali dibuka April 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar