Kasus aktif COVID-19 meningkat di 15 provinsi

Kasus aktif COVID-19 meningkat di 15 provinsi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/5/2021). ANTARA/HO-Setkab.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia meningkat di 15 provinsi dengan mayoritas berada di Pulau Sumatra.

“Namun kalau kita lihat, dibandingkan minggu pertama April, kasus mingguan di Pulau Sumatra ada tren meningkat,” kata Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu melalui keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin.

Sebanyak 15 provinsi yang mengalami peningkatan kasus aktif COVID-19, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Maluku, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Dengan meningkatnya kasus aktif COVID-19 ini, ia mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan pengawasan terhadap mobilitas penduduk, terutama pascalebaran.

Baca juga: Airlangga: Realisasi dana PEN terus meningkat, capai Rp172 triliun

Meskipun mengalami kenaikan, kata dia, kasus aktif COVID-19 di Tanah Air relatif masih terkendali.

Data terbaru KPC-PEN menunjukkan bahwa kasus aktif nasional berada di angka 5,2 persen, sedangkan kasus aktif global mencapai 11,09 persen.

Kasus aktif nasional hingga pertengahan Mei 2021 ini mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dari puncak kasus yang tercatat pada 5 Februari 2021, sedangkan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) nasional relatif rendah, yaitu 29 persen.

Namun beberapa provinsi mencatatkan BOR relatif tinggi, yakni Sumatera Utara sebesar 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, dan Lampung 38 persen.

“Untuk mencegah penyebaran virus korona dari peningkatan mobilitas masyarakat, pemerintah mengadakan pengetesan acak bagi masyarakat di beberapa provinsi yang melakukan perjalanan menuju Jakarta,” ujar Airlangga.

Baca juga: Presiden minta PPKM Mikro diperkuat pasca-Lebaran 2021
Baca juga: Airlangga optimistis ekonomi kuartal II 2021 tumbuh tujuh persen
Baca juga: Tarif vaksin gotong royong ditetapkan Rp500 ribu per dosis


Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Airlangga sebut Prakerja lahirkan banyak wirausahawan tangguh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar