Menteri PUPR ingatkan teknologi IT alat bantu wujudkan rumah subsidi

Menteri PUPR ingatkan teknologi IT alat bantu wujudkan rumah subsidi

Ilustrasi - Warga berdiri di lokasi pembangunan perumahan bersubsidi di Indramayu, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara.

Itu semua hanyalah alat bantu, namun yang menentukan adalah SDM dan niat kita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan rumah subsidi berkualitas ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang baik, sedangkan teknologi IT yang mendukungnya hanya sebagai alat bantu.

"Hari ini Selasa (18/5) kita mencanangkan pembangunan rumah subsidi berkualitas dengan pelatihan yang menggunakan teknologi IT. Saya tidak phobia dengan teknologi informasi, namun menurut saya teknologi merupakan alat bantu saja yang memudahkan kita untuk berbuat sesuatu. Semuanya tetap bergantung pada SDM yang memanfaatkan teknologi IT tersebut, jangan dibalik," kata Menteri Basuki dalam peluncuran Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas secara virtual di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, para pemangku kepentingan dalam sektor perumahan subsidi jangan sampai salah paham dan salah persepsi bahwa dengan adanya teknologi IT semuanya akan selesai.

"Menurut saya itu tidak. Itu semua hanyalah alat bantu, namun yang menentukan adalah SDM dan niat kita. Dengan adanya niat dan komitmen dari semua asosiasi pengembang yang dibantu dengan manajemen konstruksi berbasis teknologi IT, baru bisa menghasilkan hasil yang optimal dalam membangun rumah subsidi yang berkualitas," kata Menteri PUPR.

Kementerian PUPR sangat berkepentingan untuk membangun rumah subsidi yang berkualitas. Maka dari itu Menteri Basuki mengajak semua pihak bekerja dalam satu tim yang selaras karena pembangunan rumah bersubsidi memanfaatkan dana APBN.

"Jadi saya harus mempertanggungjawabkan penggunaan uang negara tersebut menjadi rumah subsidi yang berkualitas, sekaligus sebagai tanggung jawab saya untuk perlindungan konsumen," katanya.

Menteri PUPR juga sekali lagi mengajak tidak hanya para pengembang yang berkomitmen, bank pelaksana/penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga ikut bertanggung jawab terhadap kualitas rumah bersubsidi.

"Kami Kementerian PUPR bertanggung jawab, pengembang juga bertanggung jawab, bank pelaksana FLPP juga ikut bertanggung jawab maka Insya Allah hasilnya menjadi rumah subsidi yang berkualitas dan ini menjadi cita-cita kita," ujar Menteri Basuki.

Baca juga: Menteri PUPR: Subsidi rumah bakal terus ditingkatkan di tengah pandemi
Baca juga: BTN realisasikan penyaluran KPR Subsidi 31 ribu unit rumah
Baca juga: Menteri PUPR: Kinerja penyaluran subsidi rumah bantu ekonomi "rebound"

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ke Solo, Menteri PUPR minta percepat proyek Pasar Legi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar