BRIN: Penelitian bidang konservasi tumbuhan terus ditingkatkan

BRIN: Penelitian bidang konservasi tumbuhan terus ditingkatkan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko berbicara dalam seminar virtual (webinar) Botanic Gardens in the Pandemic Era, Jakarta, Selasa (18/05/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

penelitian di bidang konservasi tumbuhan harus terus menerus ditingkatkan
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mendorong kualitas penelitian di bidang konservasi tumbuhan terus menerus ditingkatkan.

"Biodiversity (keanekaragaman hayati) akan menjadi flagship yang penting dan strategis. Berkenaan dengan itu penelitian di bidang konservasi tumbuhan harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya," kata Handoko dalam seminar virtual (webinar) Botanic Gardens in the Pandemic Era, Jakarta, Selasa.

Handoko mengatakan salah satu prioritas BRIN adalah penajaman atau "refocusing" pada bidang digital, green dan blue economy yang berbasis pada sumber daya dan keanekaragaman lokal, termasuk biodiversitas, seni, dan budaya.

Untuk itu, eksplorasi terkait keanekaragaman hayati baik di daratan maupun perairan Indonesia terus diupayakan untuk kepentingan, kesejahteraan, dan kemajuan ekonomi bangsa Indonesia.

Baca juga: BRIN dorong keanekaragaman hayati berdampak bagi ekonomi

Baca juga: LIPI: 22,06 persen tumbuhan terancam dapat terkonservasi di kebun raya


Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R Hendrian mengatakan fungsi riset dan konservasi yang diemban oleh kebun raya harus terus diperkuat.

Kebun raya memiliki fungsi terutama dalam bidang konservasi, penelitian tumbuhan tropika, jasa lingkungan dan eduwisata. Kebun raya juga menjadi representasi kekayaan tumbuhan Nusantara.

Selain sebagai pusat konservasi untuk tumbuhan, keberadaan kebun raya berperan penting dalam mengonservasi sumber daya air yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan dalam menyeimbangkan ekosistem suatu wilayah.

Selain webinar tersebut, pada 20 Mei 2021 dilaksanakan peluncuran "Manajemen Koleksi Kebun Raya Indonesia".

Seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kebun Raya Bogor ke-204 ditutup dengan penandatanganan simbolik atau secara virtual dokumen perpanjangan Nota Kesepahaman kerja sama riset antara Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Pusat Penelitian Biologi LIPI dan Royal Botanic Gardens Kew di Inggris untuk periode 2021-2026 tentang "Researching and Conserving the Plant Diversity in Indonesia" pada 21 Mei 2021.

Baca juga: Masyarakat Jawa kuno paham pentingnya keragaman jenis tumbuhan

Baca juga: Konservasi bambu DAS Ciliwung cegah banjir

 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia siapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar