Bima Arya benarkan 26 warga Bubulak Kota Bogor terpapar COVID-19

Bima Arya benarkan 26 warga Bubulak Kota Bogor terpapar COVID-19

Warga Perumahan Griya Melati Bubulak Kota Bogor menjalani tes usap antigen, Selasa (18/5/2021). (ANTARA/HO-Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor, Jawa Barat selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor Bima Arya membenarkan ada 25 warga Perumahan Griya Melati dan seorang warga Perumahan Pondok Surya Kencana, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat terpapar COVID-19.

Bima Arya mengatakan hal itu di Kota Bogor, Selasa, setelah menerima laporan dari Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Bogor Barat tentang data warga yang terpapar COVID-19.

Laporan satgas tersebut menyebutkan, berdasarkan hasil penelusuran, diduga terpaparnya warga di perumahan tersebut setelah mengikuti kegiatan keagamaan di masjid perumahan.

Dari belasan orang yang mengikuti kegiatan keagamaan di masjid perumahan tersebut, ada satu keluarga yang baru datang dari perjalanan luar daerah atau mudik sebelum hari Lebaran, juga mengikuti kegiatan keagamaan di masjid,

Baca juga: Rumah Sakit Lapangan di Kota Bogor dinonaktifkan

Orang yang baru datang dari luar daerah itu itu merasa kurang sehat dan kemudian melakukan tes cepat antigen pada Kamis (13/5) dengan hasil positif.

Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Bogor Barat melaporkan kepada Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor pada Sabtu (16/5), bahwa di Perumahan Griya Melati ada tujuh orang positif COVID-19 dari dua keluarga, setelah menjalani tes usap antigen. Kedua keluarga itu sudah diminta menjalani isolasi mandiri.

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor kemudian menginstruksikan kepada Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Bogor Barat untuk melakukan penelusuran dan pengetesan, serta penanganan kasus tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran, diperoleh data 47 kontak erat. Dari data kontak erat tersebut, dilakukan tes usap antigen pada Minggu (17/5), dengan hasilnya 10 orang positif. Ada tiga warga yang menjalani tes usap antigen secara mandiri di rumah sakit, dengan hasil juga paositif.

Menurut Bima, langkah selanjutnya mendata kontak erat. Sudah ada 70 warga yang menjalani tes usap antigen.

"Sambil menunggu hasil tes 'swab' (usap), kami minta warga untuk isolasi mandiri dan membatasi kegiatan di lingkungan perumahan tersebut untuk sterilisasi wilayah," katanya.

Baca juga: Bogor akan gunakan kantor dinas dan GOR untuk rumah sakit darurat
Baca juga: Wali Kota ingatkan ASN tetap di Bogor pada libur panjang

 

Pewarta: Riza Harahap
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar