Menteri Perindustrian tinjau fasilitas SMK-SMTI Yogyakarta

Menteri Perindustrian tinjau fasilitas SMK-SMTI Yogyakarta

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau fasilitas di SMK-SMTI Yogyakarta. Rabu (19/5/2021). ANTARA/Hery Sidik.

Ini salah satu atau barangkali SMK terbaik yang ada di Indonesia, karena sudah membuktikan kualitas dari berbagai macam hal
Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi meninjau fasilitas Sekolah Menengah Kejuruan - Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta.

"Ini salah satu atau barangkali SMK terbaik yang ada di Indonesia, karena sudah membuktikan kualitas dari berbagai macam hal," kata Menperin usai melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut di Yogyakarta, Rabu.

Menperin Agus Gumiwang mengatakan salah satu bukti yang menunjukkan bahwa sekolah ini mempunyai kualitas yang di atas standar adalah adanya kepercayaan yang diberikan Siemens, perusahaan industri besar dunia, untuk melakukan kerja sama dengan SMK-SMTI Yogyakarta.

"Yang kedua juga SMK ini dipercaya untuk melakukan proses assembling untuk memproduksi GeNose (alat deteksi COVID-19 melalui hembusan nafas) seperti yang sudah kita ketahui bersama," katanya.

Agus mengatakan bahwa selama ini Kemenperin juga mempunyai peran yang besar dalam membangun alat GeNose untuk mendeteksi virus corona tersebut.

"Dan apa yang ditunjukkan di sini adalah punya kontribusi besar, karena memang SMK ini yang dipilih untuk melakukan assembling, juga SMK yang sudah terbukti berhasil mencetak SDM-SDM industri yang bisa menjawab tantangan atau kebutuhan industri," katanya.

Dia mengatakan salah satu yang menjadi program unggulan dari SMK-SMTI Yogyakarta ini adalah mekatronika, ilmu yang menggabungkan mekanika, elektronika dan informatika, yang tidak banyak dimiliki oleh SMK-SMK lain di Indonesia.

"Kita ketahui bahwa teknologi mekatronika di dunia itu hampir 70-80 persen dikuasai oleh Jepang, bahkan negara-negara Eropa juga ketinggalan, ini salah satu yang justru punya peralatan lab mekatronika di SMK ini, jadi kesiapan dari SMK ini untuk mencetak SDM industri saya kira sangat baik dan siap," katanya.

Baca juga: Menperin: Revolusi Industri 4.0 tuntut SDM industri cepat beradaptasi
Baca juga: BPSDMI Kemenperin gelar pelatihan SDM untuk dorong industri nasional
Baca juga: Menperin upayakan SDM industri akselerasi kemampuan di Apple Academy

 

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Perusahaan abai prokes, Menperin beri sanksi pencabutan IOKMI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar