Polda Metro Jaya selidiki video viral pemotor masuk Tol JORR

Polda Metro Jaya selidiki video viral pemotor masuk Tol JORR

Petugas Kepolisian merazia pengendara sepeda motor yang nekat melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Karet, Jakarta Pusat, Senin (10/2). Polisi menggelar razia untuk menertibkan para pengemudi motor yang memaksa masuk di ruas jalan JLNT meski terpasang rambu larangan melintas bagi kendaraan roda dua. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jalan tol sebenarnya berbahaya bila dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya saat ini tengah menyelidiki video viral pengendara motor yang melintas di ruas jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait video pemotor tersebut.

Baca juga: Polda Metro tangkap pelaku pencurian dan kekerasan seksual di Bekasi

"Sedang kita telusuri," kata Kompol Akmal saat dikonfirmasi, Kamis.

Salah satu akun yang mengunggah video viral tersebut adalah akun Instagram @kontributorjakarta.

Menurut keterangan dan narasi dalam video tersebut, kejadian itu terjadi pada Rabu (19/5) sekitar pukul 11.10 WIB.

"Pengendara motor tersebut masuk dari pintu Ciledug mengarah ke arah Bintaro," demikian narasi dalam unggahan tersebut.

Pada kesempatan terpisah PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad kembali menegaskan mengenai larangan kendaraan roda dua atau motor melintasi jalan tol karena hal tersebut sebenarnya membahayakan.

Baca juga: Anak pedangdut Rita Sugiarto ditangkap diduga terkait narkoba

General Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Nasrullah mengatakan, Jasa Marga sangat menyayangkan tindakan pengendara roda dua yang masuk dan menggunakan jalan tol.

Larangan kendaraan roda dua melintasi jalan tol dibuat demi keselamatan pengendara roda dua tersebut, juga pengguna jalan tol lainnya.

"Jalan tol sebenarnya berbahaya bila dilewati kendaraan roda dua, sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih," ujar Nasrullah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kodam Jaya kecam perampasan kendaraan yang dikemudikan Serda Nurhadi

Sebagai upaya pencegahan terhadap kejadian serupa, Jasa Marga menempatkan petugas keamanan 24 jam di seluruh gerbang tol (GT), dan bersiaga untuk memantau situasi dan kondisi GT agar tetap aman dan kondusif.

Selain itu, Jasa Marga juga telah memasang rambu-rambu informasi larangan kendaraan roda dua masuk tol, rambu kendaraan apa saja yang boleh masuk tol dan batas kecepatan berkendara di jalan tol, di setiap akses masuk tol.

Nasrullah memohon partisipasi aktif pengguna jalan dalam melaporkan gangguan di jalan tol melalui layanan Call Center Jasa Marga di nomor 14080.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Metro Jaya lepas secara simbolis bantuan sosial warga terdampak PPKM Darurat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar