counter

Upacara Bendera di Perbatasan RI-PNG

Upacara Bendera di Perbatasan RI-PNG

Bendera Merah Putih ukuran raksasa dibentangkan di perbatasan antara negara Republik Indonesia dan Papua New Guinea, di Wutung, Muara Tami, Jayapura, Papua, Selasa (17/8). (ANTARA /Anang Budiono)

Jayapura (ANTARA News) - Aksi bentang bendera merah putih di tapal batas RI-PNG mengundang perhatian dari ratusan warga kota Jayapura dan pelintas batas yang hadir langsung menyaksikan bendera terbesar di Indonesia, Selasa.

Margareth Lebang salah satu warga Hamadi Gunung distrik Jayapura Selatan yang ikut menyaksikan persiapan bentang bendera ini mengatakan rasa kekagumannya melihat bendera dengan ukuran raksasa.

"Ini pertama kali saya melihat bendera terbesar dalam hidup saya," katanya.

Senada dengan itu Petrus Yan Teo warga Polimak III distrik Jayapura Selatan yang sengaja datang bersama keluarganya ke perbatasan Skouw-Wutung juga mengungkapkan hal yang sama.

"Ini merupakan karya anak bangsa yang peduli dengan perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu kita," katanya.

Ia juga melihat, apa yang dilakukan oleh panitia, TNI dan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) terhadap kegiatan bentang bendera tersebut merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan disaat HUT RI ke 65.

"Kegiatan ini merupakan kepedulian terhadap para pejuang dan penghargaan tertinggi yang dilakukan oleh panitia, TNI, serta OKP yang ada serta masyarakat kota Jayapura," katanya.

Sekertaris dewan adat Muara Tami, Hanock Rollo juga tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan senangnya melihat aksi yang dilakukan oleh para pemuda kota Jayapura yang tergabung dalam berbagai OKP.

"Ini adalah bukti bahwa pemuda kota Jayapura peduli dengan negara ini," katanya.

Rollo juga berharap agar aksi ini mendapat perhatian dari berbagai pihak untuk peduli akan daerah perbatasan.

"Saya harap degan adanya aksi ini, daerah kami di perbatasan mendapat perhatian yang nyata dalam pembangunan," katanya.

Selama ini daerah perbatasan selalu menjadi isu yang menarik, lanjutnya, oleh karena itu pemerintah setempat dan pemerintah pusat harus punya kepedulian yang lebih terhadap berbagai fasilitas pendukung lainnya.

"Pemerintah harus lebih peduli dengan berbagai fasilitas penunjang seperti kemudahan alat transportasi, puskesmas pembantu, dan pasar rakyat yang belum rampung," katanya mencontohkan.

Pembentangan aksi akbar bendera merah-putih ini mengambil tempat di distrik Muara Tami sekitar 20 meter dari tapal batas RI-PNG yang diperkirakan hingga sore hari sebelum maghrib dengan ratusan masyarakat kota Jayapura yang akan menyaksikan.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Gubernur Sultra lepas 450 prajurit Satgas Pamtas RI-PNG

Komentar