Imbal hasil obligasi Eropa naik, dipicu Fed isyaratkan "tapering"

Imbal hasil obligasi Eropa naik, dipicu Fed isyaratkan "tapering"

Dokumentasi - Pialang melihat informasi keuangan pada layar komputer di lantai perdagangan IG Index di London, Inggris. ANTARA/REUTERS/Simon Dawson/am.

Secara keseluruhan, penjualan obligasi dengan masa jatuh tempo yang lebih pendek pada hari ini akan mengurangi tekanan ...
Jakarta (ANTARA) - Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro naik pada hari Kamis, menyusul kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS (Treasury) setelah bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), mengisyaratkan kemungkinan perubahan kebijakan untuk melakukan pengurangan pembelian obligasi (tapering).

Risalah pertemuan bank sentral AS bulan April yang dirilis pada hari Rabu mengatakan sejumlah pembuat kebijakan berpendapat jika ekonomi AS melanjutkan kemajuan pesatnya, akan tepat "di beberapa titik" untuk mulai membahas pengurangan pembelian obligasi.

Di kawasan Euro, di mana imbal hasil obligasi cenderung berkorelasi erat dengan obligasi AS, imbal hasil naik tipis di awal perdagangan, meskipun tidak sebesar kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah risalah.

Imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman, yang merupakan patokan untuk blok ekonomi tersebut, naik hampir 2 basis poin menjadi -0,093 persen.

Baca juga: Saham Eropa naik, ditopang pasar obligasi yang stabil

Kinerja obligasi kawasan Euro lebih baik dari obligasi pemerintah AS pada bulan April dan Mei, dimana imbal hasil obligasi di blok ekonomi itu meningkat seiring dengan peningkatan vaksinasi, sementara kenaikan imbal hasil obligasi AS yang sempat menggemparkan pasar pada awal tahun, telah kehilangan tenaga.

Hal itu telah menipiskan selisih antara imbal hasil obligasi 10 tahun AS dan Jerman menjadi 176 basis poin (bps), dari sebelumnya lebih dari 200 bps pada awal April.

Meskipun pertanyaan seputar kapan Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperlambat pembelian obligasi terus membebani obligasi pada hari Kamis, ahli strategi suku bunga DZ Bank Andy Cossor mengatakan "Investor Eropa akan memperhatikan ECB dan menyadari bahwa ECB tidak dalam posisi yang sama dengan The Fed" .

"Semua pembicaraan kebijakan baru-baru ini di ECB tidak searah dengan The Fed, sehingga investor Eropa bisa sedikit lebih santai tentang prospek kebijakan moneter," tambahnya.

Baca juga: Saham Eropa merosot, tertekan kekhawatiran naiknya inflasi

Setelah penjualan obligasi sindikasi pemerintah, di mana bank investasi menjual surat utang secara langsung kepada investor, memberikan tekanan pada harga obligasi di awal pekan, pasokan pada Kamis diperkirakan akan lebih mudah diserap pasar.

Spanyol dijadwalkan melelang hingga 6 miliar euro obligasi yang jatuh tempo pada 2024, 2028 dan 2031, dan Prancis akan mengumpulkan hingga 10,5 miliar euro dari obligasi yang jatuh tempo pada 2024, 2027 dan 2028, dan hingga 3 miliar euro dari obligasi terkait inflasi.

"Secara keseluruhan, penjualan obligasi dengan masa jatuh tempo yang lebih pendek pada hari ini akan mengurangi tekanan dibandingkan dengan transaksi obligasi dengan masa jatuh tempo yang lebih panjang pada beberapa hari lalu, tetapi tidak adanya kata-kata hangat dari pejabat ECB, membuat kenaikan imbal hasil harus berlanjut," kata analis ING dalam sebuah catatan kepada klien.

Kepala ekonom ECB Philip Lane akan berbicara pada pukul 09.00 GMT, diikuti oleh Presiden ECB Christine Lagarde pada pukul 12.00 GMT.

Baca juga: Kemenkeu pastikan penerbitan Euro Bonds pertimbangkan pemilu Eropa

 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bank Indonesia waspadai kenaikan imbal hasil obligasi AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar