Polisi menangkap tiga penambang emas ilegal di Nagan Raya Aceh

Polisi menangkap tiga penambang emas ilegal di Nagan Raya Aceh

Satu unit alat berat diduga digunakan dalam aktivitas penambangan emas ilegal di pinggir Sungai Labuhan, Desa Blang Leumak, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (20/5/2021). ANTARA/HO-Polres Nagan Raya/aa.

Ketiga pelaku kami tangkap berdasarkan laporan dari masyarakat
Suka Makmue (ANTARA) - Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Nagan Raya, Aceh menangkap tiga orang pelaku penambang emas secara ilegal.

"Ketiga pelaku kami tangkap berdasarkan laporan dari masyarakat," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Machfud, di Suka Makmue, Kamis siang.

Adapun tiga orang pelaku yang kini sudah berstatus sebagai tersangka tersebut masing-masing berinisial BU (55) warga Desa Cot Dirui, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Kemudian ZA (33) warga Desa Meurandeh Suak, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, serta EM (41) warga Desa Blang Bayu, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya berupa satu unit alat berat ekskavator merek Hitachi warna oranye dan satu lembar ambal penyaring emas warna hijau.

Kemudian, satu buah indang berupa alat penyaring/pendulang emas, emas pasir yang dibungkus plastik bening seberat 0,84 gram.

AKP Machfud juga menegaskan, ketiga tersangka ditangkap polisi karena pada saat diminta menunjukkan izin aktivitas usaha penambangan, para pelaku tidak memiliki izin apa pun, sehingga ketiganya dilakukan penangkapan dan dibawa ke Mapolres Nagan Raya Aceh guna dilakukan pemeriksaan.

"Ketiga tersangka kami jerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara," kata AKP Machfud menegaskan.
Baca juga: Polda Aceh tangkap delapan pelaku penambangan ilegal
Baca juga: Tujuh pria diduga penambang emas ilegal di Aceh Barat ditangkap

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden ajak ulama Aceh jaga persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar