Pangdam prediksi puncak arus balik Lebaran 22 Mei

Pangdam prediksi puncak arus balik Lebaran 22 Mei

Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat ditemui di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/aa.

Jakarta (ANTARA) - Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memprediksi puncak arus balik Lebaran terjadi pada Sabtu (22/5).

Dudung mengatakan pihaknya bersama Polda Metro Jaya berupaya melakukan penelusuran (tracing) dan langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif COVID-19 dari hulu ke hilir.

"Dari mulai kedatangan di KM-32, kita secara acak akan melakukan tes antigen. Bagi yang tidak membawa surat keterangan COVID-19, mereka akan lanjut, sedangkan yang tidak, akan digunakan antigen," kata Dudung saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis.

Dudung menjelaskan para pemudik yang diketahui reaktif berdasarkan hasil antigen akan dibawa ke RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk dilakukan karantina.

Untuk antisipasi di hilir, pihaknya telah menyiapkan Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran yang saat ini memiliki banyak kapasitas tempat tidur.

Baca juga: Satgas minta ada penerapan mikro karantina jika kasus bertambah
Baca juga: Pemprov tidak larang pendatang baru masuk DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai melihat langsung tes rapid antigen di Km 34 B tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021). Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau screening kesehatan untuk pemudik yang kembali ke wilayah Jakarta. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Selain itu, Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya juga menyiapkan Tower 8, 9 dan 10 di Rusun Pademangan, jika lonjakan kasus positif tinggi seperti pada September 2020 dan Januari 2021.

Jumlah tenaga kesehatan di Wisma Atlet saat ini masih memadai dan keterisian tempat tidur di Wisma Atlet berkisar 17,5 persen dari total kapasitas.

"Kesimpulannya bahwa Wisma Atlet, termasuk rumah sakit di sekitarnya sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan," kata Dudung.

Berdasarkan data Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, jumlah pasien rawat inap di Wisma Atlet per Kamis sebanyak 1.028 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada Senin (17/5) lalu sebanyak 929 orang.
Baca juga: DKI: 75 persen pemudik tiba belum serahkan hasil tes COVID-19
Baca juga: Petugas gabungan adakan tes COVID-19 di rumah pemudik di Tebet

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BOR RSDC Wisma Atlet turun menjadi 25 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar