counter

FPI Batalkan Pertemuan Dengan GPP

FPI Batalkan Pertemuan Dengan GPP

(ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Organisasi masyarakat Front Pembela Islam membatalkan pertemuan dengan pihak Gerakan Peduli Pluralisme terkait pembicaraan tentang hari pembakaran Al Quran Sedunia di Amerika Serikat.

"Tadi malam (Selasa malam) salah satu petinggi Front Pembela Islam(FPI) menyatakan pembatalan pertemuan dengan alasan pemberitaan sudah terlalu ramai di twitter," kata Ketua Gerakan Peduli Pluralisme(GPP) Damien Dematra, melalui sambungan telefon, di Jakarta, Rabu.

Menurut Damien, rencananya pertemuan antara FPI dan GPP akan diadakan pada Rabu pukul 17.00 di kantor FPI, kawasan Petamburan, Jakarta.

Damien mengungkapkan, pertemuan antara GPP dengan FPI bertujuan untuk mendiskusikan tentang rencana hari pembakaran Al Quran sedunia pada 11 September 2010 di AS dan meminta FPI mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing dan bersikap tenang.

"GPP ingin bekerjasama dengan FPI menghentikan rencana hari pembakaran Al Quran sedunia ," ungkap Damien.

Damien mengatakan, dengan pembatalan sepihak dari FPI maka pihak GPP sendiri merasa kecewa.

"Dengan pembatalan pertemuan ini semoga niat baik kita bisa tetap terwujud dengan baik," ungkap Damien.

Selanjutnya, kata Damien, GPP akan terus melakukan pertemuan dengan para tokoh agama di Indonesia untuk bersama-sama mencari solusi dan melakukan tindakan untuk mencegah terlaksananya hari pembakaran Al Quran di AS.

"Saya meminta pemerintah untuk secepatnya turun tangan terhadap rencana hari pembakaran Al Quran," ungkap Damien.

Sebelumnya Damien dengan beberapa tokoh agama Indonesia telah menyatakan sikap mengecam rencana hari pembakaran Al Quran sedunia.

Hari pembakaran Al-Quran sedunia akan dilakukan oleh kelompok jamaah salah satu gereja di AS yang menamakan dirinya Dove World Outreach Center pimpinan Pastor Terry Jones dalam rangka memperingati rubuhnya gedung Word Trade Center(WTC) pada 11 September 2001 lalu.(*)
(ANT-259/A025/R009)

Tadarus Al Quran raksasa di ujung timur Pulau Jawa

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar