Bupati Sleman luncurkan program "Si Wolly Nyaman" kendalikan kasus DBD

Bupati Sleman luncurkan program "Si Wolly Nyaman" kendalikan kasus DBD

Nyamuk Aedes aegypti jantan pembawa bakteri Wolbachia dilepas di area percobaan kawasan perumahan di Singapura, Kamis (27/8/2020). Pelepasan nyamuk jantan berbakteri Wolbachia itu untuk menekan penyebaran virus DBD melalui perkawinan dengan nyamuk betina pembawa virus DBD sehingga nyamuk betina beserta telurnya dapat terinfeksi Wolbachia dan melumpuhkan virus DBD. ANTARA FOTO/REUTERS/Edgar Su/foc.

penerapan Metode Wolbachia untuk menekan tingkat penularan DBD
Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kustini Sri Purnomo meluncurkan program "Si Wolly Nyaman" untuk pengendalian angka kasus demam berdarah dengue di wilayah setempat dengan secara simbolis menyebar 22 ribu ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia, Jumat.

Grand Launching program "Si Wolly Nyaman" dilaksanakan secara daring mulai jam 08:30 WIB, dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sleman TV, Promkes Sleman, dan WMP Yogyakarta.

Program "Si Wolly Nyaman" merupakan penerapan Metode Wolbachia untuk menekan tingkat penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Pemerintah Kabupaten Sleman mencanangkan Program Si Wolly Nyaman yaitu program pengendalian Dengue dengan menerapkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia. Teknologi ini terbukti efektif, aman, dan ramah lingkungan. Saya harap seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan mendukung program ini untuk mewujudkan Kabupaten Sleman bebas DBD, " kata Kustini Sri Punomo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengatakan, agar program ini berjalan lancar, sejak awal 2021 dilaksanakan beberapa tahapan persiapan," katanya.

Baca juga: Penyebaran nyamuk berwolbachia diperluas ke seluruh wilayah Yogyakarta

Baca juga: Cegah DB, Yogyakarta lanjutkan penyebaran nyamuk be-wolbachia cegah DB


Menurut dia, persiapan yang dilakukan antara lain pelatihan bagi Para Pelatih Pelaksanaan Implementasi Perluasan Manfaat Wolbachia di Sleman secara daring, pelatihan pelaksana program dari perwakilan Dinas Kesehatan Sleman kepada perwakilan dari 20 puskesmas dan 13 kecamatan, serta kegiata sosialisasi di tingkat kelurahan dan pedukuhan yang menjadi lokasi program tersebut.

"Program ini merupakan penerapan Metode Wolbachia untuk menekan tingkat penularan DBD. Metode Wolbachia terbukti efektif menurunkan 77 persen kejadian dengue dalam 'Penelitian Randomized Controlled Trial' (RCT) di Kota Yogyakarta pada 2020," katanya.

Ia mengatakan "Si Wolly Nyaman" diambil dari nama Wolbachia, bakteri alami yang terdapat di 60 persen lebih jenis serangga. Bakteri yang juga ada di dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti yang akan disebarkan, akan melindungi masyarakat Sleman dari penularan DBD secara terus menerus.

"Hal ini karena Bakteri Wolbachia, akan tetap ada di dalam tubuh nyamuk hasil perkawinan nyamuk ber-Wolbachia dengan nyamuk lokal," katanya.

Si Wolly Nyaman adalah program Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Sleman berkolaborasi dengan World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, serta didukung oleh Yayasan Tahija.

Baca juga: Dua korban meninggal, kasus DBD di Sleman-DIY capai 598 kasus

Baca juga: Di Sleman terjadi 692 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia

 

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Rusunawa UII Yogyakarta difungsikan untuk tampung pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar