Kemenperin sebut industri mainan anak dalam negeri mumpuni

Kemenperin sebut industri mainan anak dalam negeri mumpuni

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih saat mengunjungi industri mainan anak PT Sinar Harapan Plastik di Jakarta, Selasa (21/5/2021). ANTARA/Sella Panduarsa Gareta

LSPro perlu mendatangi pabrik negara asal mainan tersebut untuk mengetahui proses produksinya
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyebutkan bahwa industri mainan anak dalam negeri telah mumpuni untuk memproduksi berbagai jenis mainan yang dibutuhkan anak Indonesia dan dijamin keamanannya melalui sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Industri mainan anak dalam negeri itu sudah bagus. SNI mainan anak kan sifatnya wajib, bukan sukarela," kata Gati kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Gati memaparkan, untuk memperoleh sertifikat SNI, produk mainan anak perlu melalui survei oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dalam negeri. Hal ini mengingat LSPro dalam negeri mengetahui benar apa yang dibutuhkan dalam penerbitan SNI mainan anak.

Tidak hanya untuk mainan produksi Indonesia, sertifikat SNI juga diberlakukan untuk mainan impor yang diperjualbelikan di Indonesia.

Dalam hal mainan impor, Gati juga mengatakan bahwa LSPro perlu mendatangi pabrik negara asal mainan tersebut untuk mengetahui proses produksinya.

"Iya, memang harus ke negara asalnya untuk melihat proses produksinya. Apakah proses produksinya memenuhi kaidah-kaidah SNI atau tidak," ujarnya.

Gati menambahkan industri mainan anak dalam negeri saat ini telah mampu merakit komponen mainan anak yang diimpor dari berbagai negara. Dengan demikian, akan tercipta nilai tambah bagi industri mainan anak Indonesia.

"Kalau dirakit di sini, itu akan mendatangkan nilai tambah. Tercipta lapangan kerja. Kalau beli utuh dari impor itu nilai tambahnya kecil dan harganya juga jauh lebih mahal," jelasnya.

Gati pun berharap industri mainan anak nasional dapat memanfaatkan potensi pasar domestik yang begitu besar, namun sesuai dengan aturan-aturan produksi yang berlaku.

"Potensinya sangat besar. Jadi ini memang peluang yang sangat baik untuk mengembangkan industri mainan anak di Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Kemenperin: Sejumlah industri aneka sesuaikan bisnis hadapi Corona
Baca juga: Perusahaan mainan anak Sunindo Adipersada resmi melantai di bursa
Baca juga: Industri mainan siap jadi proyek percontohan industri 4.0


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenperin angkat potensi daerah melalui OVOP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar