Kemarin, neraca pembayaran surplus hingga penerbitan Samurai Bonds

Kemarin, neraca pembayaran surplus hingga penerbitan Samurai Bonds

Ilustrasi- Logo Bank Indonesia. ANTARA/HO-Dokumentasi BI.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Jumat (21/5) kemarin, mulai dari neraca pembayaran Indonesia pada triwulan I 2021 yang surplus hingga penerbitan Samurai Bonds.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. BI: Neraca pembayaran RI surplus 4,1 miliar dolar pada triwulan I 2021
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I-2021 mencatat surplus yakni sebesar 4,1 miliar dolar AS setelah mengalami defisit sebesar 0,2 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya, sehingga mampu menopang ketahanan eksternal.

Baca selengkapnya di sini


2. AFPI beri keringanan dan dampingi guru TK yang terjerat pinjol ilegal
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI memberikan keringanan kepada guru TK asal Sukun, Kota Malang terkait pinjamannya di lima fintech lending legal anggota asosiasi tersebut sekaligus juga ikut mendampingi agar korban bisa segera keluar dari masalah pinjaman di 19 platform pinjaman online (pinjol) ilegal.

Baca selengkapnya di sini


3. Kunjungi Apple Academy, Luhut tekankan pentingnya peran digitalisasi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Apple Academy yang berlokasi di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, untuk melihat fasilitas pendidikan gratis dari Apple untuk mengembangkan pengembang (developer) teknologi dan aplikasi di Indonesia.

Baca selengkapnya di sini


4. Cek saldo dan tarik tunai di ATM Himbara kini dikenakan biaya
Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sepakat untuk mengembalikan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai alias tidak gratis lagi untuk nasabah empat bank plat merah.

Baca selengkapnya di sini


5. Pemerintah terbitkan Samurai Bonds 100 miliar yen, biayai defisit APBN
Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi yen atau Samurai Bonds senilai 100 miliar yen yang ditujukan untuk membiayai defisit APBN 2021 sekaligus upaya pemulihan ekonomi nasional.

Baca selengkapnya di sini


Baca juga: BI: Neraca Pembayaran Indonesia 2020 surplus 2,6 miliar dolar
Baca juga: BI: Surplus neraca pembayaran pada triwulan III-2020 berlanjut
Baca juga: BPS: Neraca perdagangan RI surplus 2,19 miliar dolar pada April 2021

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tips terhindar dari investasi bodong dan pinjol ilegal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar