Satu korban kecelakaan KM Wicly Jaya Sakti di perairan Jambi ditemukan

Satu korban kecelakaan KM Wicly Jaya Sakti di perairan Jambi ditemukan

Petugas SAR mengevakuasi jenazah seorang penumpang KM Wicly Jaya Sakti yang tenggelam di perairan Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada Minggu (23/5/2021) pukul 02.00 WIB.(ANTARA/HO Basarnas Jambi)

Jambi (ANTARA) - Tim SAR menemukan satu dari delapan orang yang hilang dalam kecelakaan Kapal Motor Wicly Jaya Sakti di Perairan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, pada Sabtu (23/5) pukul 12.45 WIB.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi Luthfi Mulyawan saat dihubungi di Jambi, Minggu, mengatakan bahwa satu penumpang kapal tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB di perairan Sungai Sayang, sekitar 6,7 mil laut dari lokasi kecelakaan kapal.

Jenazah penumpang perempuan itu, menurut dia, dibawa ke Puskesmas Kampung Laut di Tanjungjabung Timur setelah dievakuasi.

"Sampai saat ini baru satu korban penumpang kapal yang baru bisa ditemukan dan masih ada tujuh penumpang lainnya yang belum diketahui keberadaannya atau hilang dan masih terus dicari oleh tim SAR Gabungan di sekitar perairan Nipah Panjang," kata Luthfi.

Menurut Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, KM Wicly Jaya Sakti yang berangkat dari Nipah Panjang menuju Dabo Singkep pada Sabtu (22/5) pukul 05.30 WIB di tengah perjalanan dihantam gelombang sehingga tenggelam. Kapal itu membawa 26 orang.

KM TB Sabang yang melintas di lokasi saat kecelakaan terjadi berhasil mengevakuasi 18 penumpang dan awak kapal tersebut serta membawa mereka ke Kampung Laut.

Setelah menemukan satu dari delapan penumpang yang hilang, tim SAR melanjutkan upaya untuk menemukan tujuh penumpang kapal yang belum diketahui keberadaannya dengan mengerahkan beberapa kapal dan kendaraan penyelamat.

Baca juga:
Basarnas masih cari 8 penumpang KM Wicly Jaya Sakti yang tenggelam di Jambi
KM Wicly Jaya Sakti tenggelam setelah dihantam ombak

 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar