Pandemi, Pelni perlu berdayakan tol laut penuhi kebutuhan logistik

Pandemi, Pelni perlu berdayakan tol laut penuhi kebutuhan logistik

Kapal logistik Tol Laut Kendhaga Nusantara 13 sedang mengatur kontainer berisikan beras sebelum di kirim ke pasar Sulawesi Utara di Pelabuhan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (19/1/2021). ANTARA/Moh Ridwan

Pelni harus memaksimalkan seluruh potensinya dalam mendistribusikan kebutuhan bahan pokok dengan menggunakan akses tol laut ke seluruh daerah di Indonesia.
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maz'at mengatakan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) perlu memberdayakan program tol laut untuk memastikan pendistribusian logistik ke seluruh pulau dan daerah di Indonesia saat pandemi COVID-19.

"Pelni harus memaksimalkan seluruh potensinya dalam mendistribusikan kebutuhan bahan pokok dengan menggunakan akses tol laut ke seluruh daerah di Indonesia," kata Syahrul Aidi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, hal tersebut penting terutama bila terjadi kondisi serba sulit di mana penyekatan di jalur darat terpaksa dilakukan secara menyeluruh di berbagai daerah di Tanah Air.

Baca juga: Pelni angkut 5.000 penumpang hari pertama setelah peniadaan mudik

Ia juga berpendapat bahwa dengan fokus pada pendistribusian logistik,  Pelni bisa mengatasi pembengkakan biaya misalnya atas berbagai perawatan karena kapal-kapal yang tidak beroperasi saat pandemi.

Dengan demikian, lanjutnya,  Pelni juga masih bisa terus menghasilkan dan produktif.

Syahrul juga mengapresiasi Pelni yang terus agresif dalam memperkuat bisnis logistiknya antara lain melalui aplikasi MyCargoo.

Perubahan yang adaptif dengan era disrupsi digital seperti saat ini dinilai akan meningkatkan optimisme bahwa kinerja Pelni juga akan meningkat seiring dengan  perubahan, inovasi dan kemudahan yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut.

Baca juga: DPRD Parimo: Pemkab harus manfaatkan tol laut untuk genjot ekonomi

Sebelumnya, PT Pelni (Persero) mengajak pemerintah daerah untuk memaksimalkan muatan balik tol laut dengan memanfaatkan komoditas unggulan yang ada di tiap daerah.

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taupik menyampaikan bahwa muatan balik dari wilayah timur menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sangat mengapresiasi pemda yang mulai memanfaatkan muatan balik produksi daerah. Kami buka selebar-lebarnya pintu bagi UMKM daerah untuk memperluas pangsa pasar komoditas unggulan mereka,” kata Opik Taupik dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (5/5).

Opik mengatakan PT Pelni sebagai salah satu operator tol laut terus mendukung upaya Pemerintah untuk memperluas pasar komoditas unggulan suatu daerah ke daerah lain melalui muatan balik.

Hingga April 2021, PT Pelni telah mengangkut muatan balik pada kapal tol laut sebanyak 1.282 Teus. Trayek T-15 yang melayani rute Tg. Perak – Makassar – Jailolo – Morotai – Tg. Perak dengan KM Logistik Nusantara 3, menjadi penyumbang muatan balik tertinggi yakni sebanyak 323 Teus.

“Muatannya berupa kayu kelapa, kopra, batang kayu dan hasil laut. Selain itu, untuk pertama kalinya dari Jailolo juga mengangkut muatan balik VCO (Virgin Coconut Oil) sebanyak satu kontainer pada voyage empat,” ujarnya.

Opik menambahkan selama Januari hingga April 2021 PT Pelni telah mengangkut sebanyak 2.289 Teus muatan berangkat, meningkat sebanyak 1.037 Teus atau naik sebanyak 82,8% dari total 1.252 Teus jika dibandingkan di tahun 2020 pada periode yang sama.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapal milik PT Pelni dijadikan tempat isoter Kota Medan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar