COD jadi opsi rangkul semakin banyak konsumen lokapasar

COD jadi opsi rangkul semakin banyak konsumen lokapasar

Ilustrasi - Wanita muda menggunakan komputer laptop untuk belanja online. ANTARA/Shutterstock/pri.

Jakarta (ANTARA) - Metode pembayaran Cash on Delivery atau Bayar di Tempat merupakan pilihan untuk merangkul semakin banyak konsumen lokapasar (e-commerce) di Indonesia di antara sekian banyak pilihan metode transaksi.

EVP of Operations Blibli, Lisa Widodo, mengungkapkan saat ini pengguna layanan Bayar di Tempat di platform Blibli mencapai tujuh persen dan tersebar di beberapa daerah, khususnya kota besar seperti Tangerang, Bogor dan Jakarta.

"Walaupun konsumen memilih COD, Blibli masih memberikan opsi kepada konsumen untuk melakukan pembayaran menggunakan debit card/ credit card sewaktu serah terima barang. Terbukti bahwa sekitar 9 persen dari pelanggan yang menggunakan metode pembayaran COD, juga masih menggunakan non-cash payment," kata Lisa kepada ANTARA, Minggu.

Baca juga: Pelarangan mudik dinilai akan pengaruhi tren transaksi digital

"Selain COD, Blibli juga melengkapi pilihan transaksi lainnya di aplikasi, berupa 38 payment partner, termasuk digital wallet," lanjut dia.

Memasuki masa pandemi di tahun 2020 Blibli mencatat pertumbuhan perusahaan meningkat hingga 2,5 kali lipat dibanding tahun sebelumnya karena masyarakat kini merasakan praktisnya belanja secara daring.

Meningkatnya pengguna lokapasar di Indonesia dibarengi dengan tantangan agar semua konsumen makin melek literasi keuangan, termasuk cara transaksi lewat Bayar di Tempat.

Lisa mengatakan sosialisasi tentang layanan lokapasar perlu dilakukan secara berkala dan mudah diakses konsumen, termasuk tentang layanan bayar di tempat.

"Sebagai salah satu pilihan transaksi, sosialisasi pada pelanggan ini perlu demi meningkatkan kenyamanan bersama bagi banyak pihak dalam hal berbelanja online, baik seller, pelanggan, hingga mitra seperti layanan logistik," katanya.

Baca juga: Fesyen dan toples kue terlaris selama Ramadhan ini

Informasi seputar layanan bayar di tempat kian gencar disosialisasikan lewat berbagai kanal, baik itu laman resmi atau aplikasi.

"Sehingga layanan COD bisa mendukung penjualan seller, bisnis mitra, serta kenyamanan pelanggan, yang mempercepat pertumbuhan transaksi digital di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, meski literasi keuangan meningkat dari 20 persen menjadi 40 persen pada 2020 berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan, hal tersebut masih jadi tantangan besar karena sebagian masyarakat belum memahami sektor keuangan secara benar. Lisa mengatakan Blibli membuat beberapa ketentuan agar berbagai pihak nyaman dalam melakukan transaksi COD.

"Selain ketentuan yang jelas di aplikasi, seperti penjelasan lengkap ketentuan COD dan keterangan pada produk yang bisa di menggunakan jasa transaksi COD, Blibli juga menghadirkan layanan Customer Care 24/7 di aplikasi. Dengan fitur ini, pelanggan bisa menanyakan hal-hal terkait produk hingga layanan pada Blibli dan seller setiap saat," jelas dia.

Konsumen yang berbelanja dan memilih Bayar di Tempat sebagai metode transaksi harus mematuhi aturan-aturan, seperti hanya mendapat pesanan bila sudah menyelesaikan pembayaran kepada kurir Blibli. Selain itu, pembayaran menggunakan metode COD dikenakan biaya dua persen dari total traksaksi. Pembayaran menggunakan metode COD saat ini hanya berlaku untuk produk tertentu yang bertanda “Dikirimkan oleh Blibli” dan seller pilihan, serta wilayah pengiriman tertentu, dengan maksimal pesanan Rp 3juta.

Baca juga: Lokapasar terus edukasi pengguna tentang metode bayar di tempat

Baca juga: Jelang Lebaran, produk fesyen paling laku di e-commerce

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar