Ahli IPB: Ekosistem laut Indonesia beri kontribusi langsung ekonomi

Ahli IPB: Ekosistem laut Indonesia beri kontribusi langsung ekonomi

Pakar kelautan yang juga Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University. (FOTO ANTARA/Andi J/HO-dok.pribadi)

Dari ekosistem pesisir, seperti ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove saja sudah dapat memberikan banyak kontribusi bagi perekonomian Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Pakar kelautan dari IPB University Dr Hawis Madduppa menyebut ekosistem laut Indonesia dapat memberikan kontribusi langsung bagi perekonomian masyarakat.

"Dari ekosistem pesisir, seperti ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove saja sudah dapat memberikan banyak kontribusi bagi perekonomian Indonesia," kata Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan ketiga ekosistem tersebut dapat memberikan kontribusi berupa jasa-jasa ekosistem seperti jasa provisi, jasa habitat, jasa kultural, dan jasa penelitian.

Jasa provisi, kata dia, dapat memberikan pengaturan dalam menyediakan pangan, bahan baku ataupun energi.

“Selain itu, ekosistem juga memberikan jasa seperti pengaturan gas dan udara sehingga kita mendapatkan atmosfer lingkungan yang sangat baik, memelihara seluruh keanekaragaman hayati yang berasosiasi dengan ekosistem, dan memberikan jasa kultural yang banyak dimanfaatkan dalam ekonomi kreatif serta jasa penelitian yang mampu mendongkrak perekonomian,” katanya.

Hawis yang juga Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) itu  memaparkan bagaimana cara agar masyarakat dapat menjaga keanekaragaman hayati laut Indonesia supaya tetap lestari.

Di antaranya, kata dia, perlu melakukan pendataan, monitoring dan evaluasi terhadap semua ekosistem yang ada di Indonesia. Selain itu, juga harus menjaga penebangan hutan tetap terkendali karena kejadian-kejadian yang ada di daratan juga akan berpengaruh ke laut.

Kemudian, diperlukan sistem untuk menjaga pencemaran laut supaya tidak terjadi pencemaran secara masif.

Tidak hanya itu, menurut dia, perlu melakukan biomonitoring untuk spesies asing invasif dan secara keseluruhan melakukan konservasi terhadap ekosistem pesisir yang ada di Indonesia.

“Semua hal tersebut dilakukan demi mempertahankan nilai ekologi maupun nilai ekonomi keanekaragaman hayati laut Indonesia. Ekonomi kita melekat pada alam, bukan di luarnya. Oleh karena itu, kita harus berfikir untuk memanfaatkannya untuk kesejahteraan manusia bersama,” katanya.

Ia mengatakan sebagai negara yang terdiri dari puluhan ribu pulau, Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang luar biasa. Namun, pulau-pulau tersebut tidak lepas dari potensi ancaman yang dapat mengganggu kelangsungan sumberdaya alam yang tersedia.

Indonesia, kata dia, merupakan negara kelautan tropis terbesar di dunia dan memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Potensi sumber daya hayati laut di wilayah pesisir dan laut di Indonesia selalu dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan ekonomi dan sosial budaya masyarakat, demikian Hawis Madduppa.

Baca juga: Pakar sebut menangkap seekor rajungan bertelur bunuh sejuta anakannya

Baca juga: Dosen IPB University ciptakan inovasi garam sehat berbahan rumput laut

Baca juga: Mahasiswa IPB rancang Swarm-Ship jaga laut indonesia

Baca juga: Profesor IPB temukan cacing laut antidiabet alami

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumbar perlu Perda Ekosistem Laut untuk atasi ancaman abrasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar