Gubernur NTT: Kopi Manggarai enak sekali

Gubernur NTT: Kopi Manggarai enak sekali

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat (kanan) bersama Dirut BPOLBF Shana Fatina saat berada di Manggarai. ANTARA/Ho-BPOLBF.

Saya mau kopi kita yang premium, yang telah diakui sebagai kopi terbaik dunia pada tahun 2018, juga dipasarkan di destinasi super premium Labuan Bajo. Kopi kita selain enak, juga kaya akan cerita yang kuat...
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mendorong agar Kopi Manggarai harus menjadi tuan di tanahnya sendiri dan tidak kalah dengan kopi-kopi dari luar Manggarai, khususnya NTT.

"Kopi yang saya minum tadi itu enak sekali, dan saya bisa bilang kopi tersebut kelas premium," ungkap Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika meresmikan Bengkes Cafe, Desa Cireng, Ketang, yang merupakan kreasi dari Asosiasi Petani Kopi dan Jahe Manggarai (APEKAM), dalam rilis di Kupang, Senin.

Gubernur NTT melakukan kunjungan kerja di Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur, selama tiga hari dengan salah satu agendanya mengunjungi pusat kopi yang ada di Manggarai Raya.

Baca juga: Manggarai Timur ekspor 36 ton kopi robusta ke Belanda

Gubernur Viktor Laiskodat ingin menaikkan nilai Kopi Manggarai yang disebutnya sebagai kopi kelas satu dan mampu bersaing di pasar global.

"Saya mau kopi kita yang premium, yang telah diakui sebagai kopi terbaik dunia pada tahun 2018, juga dipasarkan di destinasi super premium Labuan Bajo. Kopi kita selain enak, juga kaya akan cerita yang kuat, seperti cerita tentang asal muasal nama Kopi Juria, atau Kopi Robusta yang dikenal dalam bahasa setempat sebagai Kopi Tuang," katanya.

Ia mengatakan akan dorong hotel-hotel di Labuan Bajo untuk memakai Kopi Manggarai, sehingga Kopi Manggarai menjadi tuan di tanahnya sendiri.

Baca juga: Kopi Manggarai dan Linton tarik perhatian di Yunani

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan merek Pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada merek Kopi Colol yakni Kopi Poco Nembu yang juga mulai diproduksi dalam kemasan sachet oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMSes) Poco Nembu, Colol.

Sementara itu Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina yang dihubungi secara terpisah mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemprov, pemkab, hingga pemerintah desa, dan siap berperan aktif mengembangkan agrowisata kopi, menyusul ditetapkannya Colol sebagai desa wisata oleh SK Bupati Manggarai Timur.

"Kopi Manggarai, khususnya Colol yang memiliki narasi yang kuat, dan cita rasa yang sudah mendunia, akan kita dorong dari sektor pariwisata, termasuk peningkatan kapasitas para pelaku yang bergerak di sektor ini," ujarnya.

Baca juga: Kopi Manggarai bergairah bidik pasar ekspor

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Icip-icip Kompiang, camilan khas Manggarai NTT

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar