Tasikmalaya (ANTARA News) - Warga di sekitar pabrik kayu olahan di Jalan SL Tobing, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengeluhkan limbah asap dari pembakaran kayu dan debu penggergajian kayu.

Ketua RW 01 Kelurahan Tugujaya, Asep Marjuk, saat ditemui, Minggu, mengatakan asap dari pemabakaran kayu di pabrik itu memang cukup banyak dikeluhkan warga.

Kepulan asap pembakaran kayu dari pabrik itu, kata dia mengganggu pernapasan warga yang jarak rumahnya cukup dekat dengan pabrik, apalagi kondisi seperti itu sudah terjadi cukup lama.

"Karena asap dari pabrik itu menimbulkan polusi dan mencemari lingkungan," kata Asep.

Keberadaan pabrik kayu olahan itu, dikeluhkan warga lain, Ida Faidah yang rumahnya berada di belakang pabrik merasakan sesak ketika pabrik sedang melakukan aktivitas pembakaran kayu.

Selain itu asap dan debu serpihan bubuk kayu gergaji dari pabrik kayu itu, kata Ida mengganggu jemuran pakaian yang menimbulkan bekas kotor dari debu kayu.

"Kalau jemurin pakaian suka jadi kotor lagi, apalagi kalau menjemur baju putih, debu-debu kayunya itu nempel," kata Ida yang jarak rumahnya dengan pabrik kayu sekitar 500 meter.

Ditempat terpisah, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Kota Taskmalaya, Jeje, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan temuan keluhan warga itu akan segera melakukan pengkajian terhadap keberadaan pabrik kayu olahan.

"Akan dikaji dulu bagaimana metode pembuangan limbahnya," kata Jeje singkat.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010