KKB pimpinan Lekagak Telenggen diduga berupaya keluar dari Ilaga

KKB pimpinan Lekagak Telenggen diduga berupaya keluar dari Ilaga

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati/am.

Kemungkinan kecil kelompok Lekagak ke Intan Jaya karena mereka tahu aparat keamanan cukup banyak.
Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen berupaya keluar dari Ilaga akibat terdesak dengan kegiatan penegakan hukum yang dilakukan Satgas Nemangkawi.
 
"Ada dugaan karena terdesak, KKB berupaya keluar dari daerah itu," kata Irjen Pol. Fakhiri di Jayapura, Senin.

Namun, ke daerah mana, pihaknya belum bisa memastikan mengingat mereka bisa ke mana saja.
 
Menurut Kapolda, yang terdekat dan relatif gampang dijangkau ke Kuyawage atau Balingga, Kabupaten Lanny Jaya. Kelompok itu juga bisa ke Kabupaten Puncak Jaya yang jaraknya relatif lebih dekat.
 
Dijelaskan pula bahwa kelompok Lekagak Telenggen merupakan "tamu" di Ilaga karena yang "punya wilayah" adalah Militer Murib, sedangkan wilayah Kabupaten Lanny Jaya adalah kelompok Puron Wenda.

Baca juga: Seorang anggota KKB tewas saat kontak tembak dengan aparat
 
Kemungkinan kecil, lanjut Kapolda, kelompok Lekagak ke Intan Jaya karena mereka tahu aparat keamanan cukup banyak.
 
Kapolda sudah meminta jajaran Polri di berbagai wilayah di kawasan pegunungan senantiasa siaga dan waspada.
 
"KKB bisa ke mana saja mengingat mereka lebih memahami kondisi alam sehingga aparat keamanan harus siaga dan waspada," kata Kapolda Papua.

Ia memperkirakan KKB saat ini berada di sekitar Ilaga. Mereka memiliki sekitar 70 senjata api yang diduga hasil merampas dari TNI/Polri.
 
Oleh karena itu, pihaknya senantiasa mengingatkan personel untuk selalu waspada dan bertindak sesuai dengan SOP, terarah dan terukur, guna menghindari jatuhnya korban yang berujung pada perampasan senpi dan amunisi.

Baca juga: Tiga anak buah Lekagak Telenggen menyerahkan diri ke Yonif 715 MTL

Pewarta: Evarukdijati
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar