Satgas: Klaster penyebaran COVID-19 buka bersama di Solo meluas

Satgas: Klaster penyebaran COVID-19 buka bersama di Solo meluas

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta, Jawa Tengah, Ahyani. (FOTO ANTARA/Aris Wasita)

Ini ada tambahan lagi sembilan orang
Solo, Jateng (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta ​​​​​, Jawa Tengah menyatakan klaster penyebaran COVID-19 melalui kegiatan buka bersama yang diikuti oleh puluhan warga di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo meluas seiring dengan upaya penelusuran yang dilakukan oleh satuan tugas setempat.

"Ini ada tambahan lagi sembilan orang," kata Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Surakarta Ahyani di Solo, Senin.

Dengan penambahan tersebut, kata dia, secara kumulatif jumlah kasus dari klaster buka bersama tersebut hingga saat ini menjadi 51 orang.

Ia mengatakan untuk penambahan sembilan orang ini, tujuh di antaranya merupakan warga RT 06, satu orang RT 05, dan satu warga dari RT 03/RW 7.

Dengan penambahan jumlah kasus, pihaknya memutuskan untuk memperpanjang waktu karantina wilayah tersebut. Semula karantina wilayah di lokasi tersebut akan berakhir tanggal 1 Juni 2021, namun saat ini diperpanjang hingga selesainya kasus yang ada.

Mengenai kasus terbaru, kata dia, saat ini mayoritas merupakan ekor kasus dari kasus utama. Menurut dia, saat ini pasien dari kasus utama atau yang terpapar pertama kali sudah sembuh.

"Kalau tidak di-'tracing' nanti malah menyebar ke mana-mana dan tidak ketahuan. Kami pastikan logistik mereka selama dikarantina tetap dipenuhi," kata Ahyani.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta dr Siti Wahyuningsih mengatakan hingga saat ini ketersediaan tempat tidur untuk penanganan pasien COVID-19 yang harus dirawat di rumah sakit masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan data, dari total ketersediaan 659 tempat tidur sejauh ini baru terpakai 290 tempat tidur.

"Intinya aman tetapi masyarakat tidak boleh abai, protokol kesehatan harus ketat," katanya.

Disinggung mengenai varian baru COVID-19 dari India B.1.617, menurut dia sejauh ini belum ditemukan di Kota Solo.

"Intinya apapun variannya, prokes itu kan harus ketat, kita tidak boleh lengah. Varian baru ini penularannya lebih cepat, perlu kewaspadaan dari kita semua bahwa ancaman masih ada di depan kita," demikian Siti Wahyuningsih.

Baca juga: Klaster keluarga dominasi penambahan kasus COVID-19 di Solo

Baca juga: Satu RT di Solo diisolasi karena puluhan warga terpapar COVID-19

Baca juga: Positif COVID-19 klaster buka bersama di Solo bertambah jadi 25 orang

Baca juga: Pemerintah Kota Surakarta wajibkan pemudik lokal kantongi SIKM

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jokowi tegaskan kepala daerah harus aktif pantau data COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar