Satgas: Capaian vaksinasi COVID-19 bagi lansia Aceh masih lamban

Satgas: Capaian vaksinasi COVID-19 bagi lansia Aceh masih lamban

Petugas medis Pusat Kesehatan Masyarakat Kopelma Darussalam memberikan suntikan vaksin COVID-19 kepada warga di Banda Aceh, Sabtu (22/5/2021). (ANTARA/Irwansyah Putra)

Bahkan nihil vaksinasi lansia dalam laporan terakhir Dinas Kesehatan kabupaten/kota
Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh mendorong agar vaksinasi untuk warga lansia menjadi prioritas di kabupaten dan kota mengingat capaiannya masih lamban. 

“Vaksinasi COVID-19 bagi kalangan lansia umur di atas 60 tahun terbilang bergerak lamban di Aceh. Bahkan nihil vaksinasi lansia dalam laporan terakhir Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin.

Dia menyebutkan Pemerintah Aceh menargetkan 435.651 lansia mendapatkan vaksinasi COVID-19. Namun hingga kini mereka yang telah melakukan penyuntikan vaksin dosis pertama baru 4.317 orang atau sekitar satu persen dari sasaran.

“Sedangkan lansia yang telah menuntaskan vaksinasi dosis kedua sebanyak 2.567 orang atau sekitar 0,6 persen,” katanya.

Karenanya, ia meminta agar Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten/Kota terus mendorong percepatan vaksinasi lansia dan juga petugas pelayanan publik.

Baca juga: Banyak lansia di Banda Aceh belum mau divaksin

“Lansia adalah kelompok berisiko sangat tinggi tertular virus corona dan bahkan memiliki risiko tinggi terjadinya kematian bila terkena COVID-19,” katanya.

Selain itu, progres vaksinasi bagi petugas pelayanan publik juga tergolong lambat. Menurut Saifullah, target vaksinasi bagi pelayan publik mencapai 478.489 orang, namun yang sudah memperoleh dosis pertama baru 63.346 orang atau 13,2 persen, sedangkan 48.313 orang telah mendapatkan dosis kedua.

Petugas pelayan publik setiap hari berinteraksi dengan individu atau kelompok masyarakat, dan memiliki risiko tinggi untuk tertular dan menularkan virus corona tipe baru tersebut. Karenanya, ia mengatakan memotivasi petugas publik untuk vaksinasi COVID-19 memiliki peran strategis memutuskan penularan virus tersebut di masyarakat.

“Kelompok risiko tinggi harus menjadi prioritas dalam penanganan penyakit menular untuk melokalisir penyebaran penyakit dan memperkecil risiko kematian,” katanya.

Sedangkan vaksinasi untuk tenaga kesehatan di Aceh sudah mencapai 55.229 orang atau 97,8 persen dari target Pemerintah Aceh sebanyak 56.470 orang. Dan tenaga kesehatan yang sudah menuntaskan vaksinasi dosis kedua juga sudah mencapai 51.542 orang atau 91,3 persen.

Hingga kini, kasus COVID-19 di daerah Tanah Rencong telah mencapai 13.229 orang. Sebanyak 10.674 orang di antaranya merupakan penyintas, 2.109 pasien masih menjalani perawatan, sedangkan yang meninggal dunia mencapai 536 orang.

Baca juga: Legislatif minta vaksinasi lansia di Aceh tanpa paksaan

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BST mulai dihentikan, JPS segera disalurkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar