Tukang ojek Tanjungpinang positif COVID-19 terpaksa beraktivitas

Tukang ojek Tanjungpinang positif COVID-19 terpaksa beraktivitas

Petugas BPBD Provinsi Kepri menyemprot disinfektan di salah satu rumah milik pasien COVID-19. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Seorang pemuda, yang berprofesi sebagai tukang ojek di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terpaksa beraktivitas mencari penumpang lantaran harus menghidupi keluarganya.

Ketua Fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kepri Lis Darmansyah, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, tukang ojek itu sempat mengeluhkan kondisi perekonomian keluarga baru-baru ini kepada dirinya.

Lis enggan membeberkan identitas tukang ojek tersebut. Namun, ia sendiri sudah berkomunikasi dengan tukang ojek tersebut, dan melihat keluarganya.

"Tukang ojek itu positif COVID-19. Tiga anggota keluarganya juga tertular virus itu. Mereka sempat melakukan isolasi mandiri, namun tidak kuat karena tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya, tukang ojek itu tetap bekerja mencari penumpang," katanya.

Baca juga: Tanjungpinang larang warga berkumpul dan adakan resepsi pernikahan

Baca juga: Dua resort di Bintan jadi karantina pasien COVID-19 Tanjungpinang


Lis mengatakan tukang ojek itu sebagai salah satu contoh bahwa orang-orang yang tertular COVID-19, dan melakukan isolasi mandiri tidak sepenuhnya dapat berada di rumahnya sampai sembuh. Salah satu penyebabnya adalah kebutuhan perekonomian keluarga harus dipenuhi, dan tidak dapat ditunda.

Salah satu indikator penyebabnya, pemerintah daerah tidak memberikan bantuan pangan kepada mereka, disamping pengawasan tidak dilakukan oleh petugas kesehatan.

Kondisi ini juga membuat dirinya yakin, banyak orang yang terinfeksi COVID-19 beraktivitas.

"Semestinya, gotong-royong, saling membantu. Namun, pemerintah harus menjamin setiap orang yang terinfeksi COVID-19 segera sembuh, dan kebutuhan keluarganya terjamin, terutama untuk warga yang kurang mampu," katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak hanya bernarasi, melainkan juga aksi. Koordinasi dengan antar pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota juga harus efektif dan konsisten dalam menangani COVID-19, yang saat ini melonjak.

"Kami minta pelaksanaan penanganan COVID-19 di Kepri dievaluasi untuk diperbaiki. Jangan sampai akibat kelalaian pemerintah daerah, masyarakat dirugikan," tegasnya.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah pasien COVID-19 di wilayah itu bertambah 247 orang sehingga menjadi 14.904 orang.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan
penambahan pasien baru COVID-19 di wilayah itu terjadi di Batam 51 orang, Tanjungpinang 65 orang, Karimun 10 orang, Bintan 27 orang, Lingga 43 orang dan Kepulauan Anambas 51 orang.

Total jumlah pasien COVID-19 sejak Maret 2020 sampai sekarang di Batam sebanyak 8.386 orang, Tanjungpinang 3.028 orang, Bintan 1.306 orang, Karimun 974 orang, Lingga 280 orang, Natuna 260 orang, dan Anambas 670 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 154 orang hari ini sehingga total jumlahnya 12.476 orang, tersebar di Batam 45 orang, Bintan 11 orang, Karimun 15 orang, Anambas 55 orang dan Lingga 28 orang.

Total jumlah pasien yang sembuh sejak pandemi COVID-19 di Batam 7.522 orang, Tanjungpinang 2.488 orang, Bintan 1.144 orang, Karimun 666 orang, Lingga 135 orang, Natuna 110 orang, dan Anambas 411 orang.

Jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah tujuh orang sehingga menjadi 326 orang.Tujuh pasien yang meninggal dunia itu merupakan warga Tanjungpinang dua orang, Bintan satu orang, Lingga satu orang, Karimun satu orang, dan Anambas dua orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Batam 177 orang, Tanjungpinang 70 orang, Bintan 29 orang, Karimun 29 orang, Lingga tujuh orang, Natuna tiga orang, dan Anambas 11 orang.

Sedangkan jumlah kasus aktif di Kepri mencapai 2.102 orang, tersebar di Batam 687 orang, Tanjungpinang 470 orang, Bintan 133 orang, Karimun 279 orang, Lingga 138 orang, Natuna 147 orang, dan Anambas 248 orang.*

Baca juga: Pasien COVID-19 membludak, gelanggang permainan Tanjungpinang ditutup

Baca juga: COVID-19, tatkala virus pembunuh itu "mengamuk" di Tanjungpinang

Pewarta: Nikolas Panama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar