Lelang SUN serap Rp32,55 triliun

Lelang SUN serap Rp32,55 triliun

Refleksi karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Jakarta. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/nz.

Secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Mei 2021 mencapai Rp300,24 triliun
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp32,55 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN) di pasar perdana dengan penawaran masuk mencapai Rp78,16 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Selasa, menyatakan realisasi lelang ini memenuhi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp30 triliun.

Untuk seri SPN03210826, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,1152 persen.

Jumlah penawaran masuk untuk seri dengan tenor tiga bulan ini mencapai Rp1,95 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 3,05 persen dan imbal hasil tertinggi 3,2 persen.

Baca juga: Pemerintah terbitkan Samurai Bonds 100 miliar yen, biayai defisit APBN

Untuk seri SPN12220527, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,75 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3,34871 persen.

Jumlah penawaran masuk untuk seri dengan tenor satu tahun ini mencapai Rp2,05 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 3,32 persen dan imbal hasil tertinggi 3,4 persen.

Untuk seri FR0086, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp9,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,54998 persen.

Jumlah penawaran untuk seri dengan tenor lima tahun ini mencapai Rp28,09 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,5 persen dan imbal hasil tertinggi 5,8 persen.

Untuk seri FR0087, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp13,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,44997 persen.

Jumlah penawaran untuk seri dengan tenor 10 tahun ini mencapai Rp26,23 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,4 persen dan imbal hasil tertinggi 6,65 persen.

Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,36919 persen.

Jumlah penawaran untuk seri dengan tenor 15 tahun ini mencapai Rp5,02 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,29 persen dan imbal hasil tertinggi 6,98 persen.

Untuk seri FR0083, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,12978 persen.

Jumlah penawaran untuk seri dengan tenor 19 tahun ini mencapai Rp10,74 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,09 persen dan imbal hasil tertinggi 7,26 persen.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,90951 persen.

Jumlah penawaran untuk seri dengan tenor 30 tahun ini mencapai Rp4,06 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,86 persen dan imbal hasil tertinggi 7,25 persen.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-Mei 2021 mencapai Rp300,24 triliun.

Baca juga: BI: Utang luar negeri RI triwulan I turun, capai 415,6 miliar dolar
Baca juga: Kemenkeu: Peringkat Indonesia pengaruhi hasil lelang SUN
Baca juga: Lelang SUN serap Rp28,05 triliun

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luncurkan green sukuk ST-007, Kemenkeu targetkan biayai APBN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar