Survei arkeologi di Pulau Kisar-Maluku temukan 20 titik gua dan ceruk

Survei arkeologi di Pulau Kisar-Maluku temukan 20 titik gua dan ceruk

Tim peneliti Balai Arkeologi Maluku meneliti bentuk dan sebaran gambar cadas "Rock Art" manusia (antropormofik) di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Pulau Keimear Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, Provinsi Maluku. ANTARA/HO-Balai Arkeologi Maluku.

Dari hasil survei arkeologi awal itu  ditemukan gua dan ceruk yang ada gambar, tidak kurang dari 20 titik
Ambon (ANTARA) - Balai Arkeologi Maluku menyatakan berdasarkan hasil survei arkeologi di Pulau Kisar, tepatnya di Desa Purpura, Kecamatan Kisar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, ditemukan gua dan ceruk sebanyak 20 titik.

Peneliti Balai Arkeologi Maluku Lucas Wattimena dalam penjelasan kepada ANTARA di Ambon, Selasa menjelaskan dari hasil survei arkeologi awal itu  ditemukan gua dan ceruk yang ada gambar, tidak kurang dari 20 titik.

Pulau Kisar adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Selat Wetar dan berbatasan dengan negara Timor Leste

Ia mengatakan temuan gambar di gua dan ceruk variasi warna hitam dan merah

Motif-motif gambar cadas yang ditemukan antara lain cap tangan dengan ukuran cap tangan anak atau remaja dan cap tangan orang dewasa.

Selain itu, juga ada motif perahu, antropormofik, matahari, geometris, baik vertikal dan horizontal.

"Hasil penelitian sementara, gambar-gambar cadas digambarkan berpola. Karena kondisi gambar sangat terstruktur," katanya.

Ia menjelaskan survei arkeologi di Pulau Kisar, merupakan lanjutan dari tahun 2020.

Tahun 2021 penelitian dengan judul "Kosmologi Gambar Cadas di Indonesia, Kepulauan Asia Pasifif", yang difokuskan di Kepulauan Maluku.

Survei arkeologi tahun 2021 dimulai pada April pekan ketiga hingga awal Mei pekan pertama, dengan total gambar cadas sebanyak 195 buah.

Hasil tersebut, katanya, didapatkan setelah dilakukan analisis hasil lapangan menggunakan program D-sterch.

"Penelitian akan dilanjutkan Juli 2021 untuk survei di Pulau Kisar serta Pulau Wetang," demikian Lucas Wattimena.

Baca juga: Arkeolog: Pulau Kisar telah dihuni sejak 15.000 tahun lalu

Baca juga: BPCB akan mendata lukisan prasejarah di gua-gua Pulau Kisar

Baca juga: BPCB Malut bangun 16 rumah budaya di Pulau Kisar

Baca juga: LIPI berupaya lestarikan Bahasa Oirata

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penggalian arkeologi temukan Candi Sambimaya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar